Pengamat Ini Sebut Jokowi Kemungkinan Berlabuh di Luar PDIP dan Mendukung Capres Lain

Presiden Jokowi. Foto Reprd Youtube Sekretariat Presiden

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pengamat politik dari Unas Saiful Anam menyebut bukan tak mungkin Jokowi justru akan berlabuh ke parpol lain selain PDIP dan mendukung kandidat Capres lain di Pilpres 2024.


Menurut Saiful Anam, akan lebih menguntungkan bagi Jokowi jika dia mendukung capres lain di Pilpres 2024 yang berseberangan dengan PDIP.

Dijelaskan pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta ini, dia melihat sejauh ini semakin nyata keretakan antara Jokowi dengan PDIP.

“Saya kira keretakan Jokowi dengan PDIP tidak dapat dipungkiri makin nampak terlihat, apalagi kini Jokowi banyak didukung oleh parpol koalisi lainnya,” ujar Saiful, Rabu (15/9).


Menurut Saiful Anam, penyebab keretakan itu karena kepentingan antara PDIP dan Jokowi berbeda.

Di mana, PDIP sedang fokus ingin memajukan kadernya yang dianggap layak untuk kontestasi Pilpres 2024.

Sedangkan Jokowi berupaya memberikan legacy yang baik agar kepemimpinannya diharapkan akan dikenang oleh rakyat.

“Bukan tidak mungkin kandidat calon presiden yang diinginkan oleh PDIP justru berbeda dengan keinginan dan dukungan yang akan diberikan oleh Jokowi,” kata Saiful.

Atas dasar itu, Saiful berpendapat bukan hal mustahil apabila Jokowi meninggalkan PDIP, ataupun sebaliknya.

Apalagi, kepentingan partai politik (parpol) koalisi sudah berbeda-beda saat semakin dekatnya Pemilu dan Pilpres 2024.

“Bukan tidak mungkin Jokowi justru berlabuh ke parpol lain selain PDIP dan mendukung kandidat lain yang justru berseberangan dengan PDIP,” jelasnya.

“Akan tetapi itu lebih menguntungkan dari segi kalkulasi politik bagi Jokowi,” tegas Saiful Anam.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan sampai saat ini belum terlihat adanya keinginan dari Jokowi untuk memimpin PDIP menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Rico Marbun, tidak mudah membayangkan atau sulit membayangkan jika Jokowi kemudian menjadi ketua umum PDIP.

Kata Rico Marbun, sampai saat ini belum terlihat adanya keinginan dari Jokowi untuk memimpin PDIP.

Apalagi, sampai merebut peran trah Soekarno yang melekat di partai banteng bermoncong putih ini.

“Agak sulit membayangkan presiden jokowi mengambil posisi ketum PDIP,” ujar Rico Marbun kepada Kantor Berita Politik RMOL (Group Pojoksatu.id), Rabu (15/9).

“Belum ada immidiate interest bagi Jokowi untuk mengambil jabatan ketum dari tangan trah Soekarno,” katanya.(ral/rmol/pojoksatu)