Pegawai Tak Lolos TWK Dikirim ke BUMN, Ketua KPK: Kita Gak Menawarkan Tapi Menampung Keinginan Kalau Ada

Ketua KPK Firli Bahuri. Foto RMOL
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan soal pegawai KPK tak lolos TWK mau dikirim ke BUMN. Firli menyebut mereka tak menawarkan, tapi bisa menampung itu jika ada yang mau.


Beberapa hari ini, berembus kabar bila pegawai KPK yang tidak lolos TWK akan ditawari berpindah kerja ke BUMN.

“Kita semua tentu memiliki tanggung jawab tentang anak istri dan keluarga. Tugas kita mengurusi jikalau ada permintaan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers, Rabu (15/9/2021).

“Nah, permohonan itu yang kita urusi. Kalau ada yang tidak ingin, itu hak pribadi, kita gak bisa memaksa. Silakan. Ada pilihan,” ucapnya lagi.


Firli Bahuri memberikan contoh atau permisalan, ada 24 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau PMS.

Baca Juga:

Novel Ungkap Pegawai Tak Lolos TWK Mau Dikirim ke BUMN, Sekjen KPK: Kami Bermaksud Membantu Pegawai Itu

Dan diberikan kesempatan mengikuti pendidikan bela Negara dan wawasan kebangsaan.

Dan ternyata yang berkenan hanya 18 orang, sementara sisanya 6 orang lagi tidak bersedia menempuh pendidikan tersebut.

“Saya ambil contoh 24 pegawai KPK TMS, tapi diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan bela negara dan wawasan kebangsaan. Itu sama yang mau siapa. Yang berkenan 18 orang. Yang 6 gak bersedia. Kira-kira begitu,” jelasnya lagi.

“Jadi kita gak menawarkan atau meminta, tapi menampung keinginan kalau ada,” imbuhnya lagi.

Sementara Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga memberi penjelasan terkait isu yang berkembang ini. Namun dia membantah kabar tersebut.

“Sejak kapan KPK jadi penyalur tenaga kerja, tidak ada itu. Jadi KPK tidak menyalurkan, tidak mengalihkan” kata Nurul Ghufron.

Sebelumnya, Sekjen KPK Cahya H Harefa menyebut KPK bermaksud membantu pegawai yang tak lolos TWK untuk disalurkan pada institusi lain di luar KPK, misalnya BUMN.