Jokowi Tanggapi Kisruh Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Jangan Semuanya Ditarik-tarik ke Presiden

Presiden Jokowi. Foto Reprd Youtube Sekretariat Presiden

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Jokowi menanggapi kisruh pegawai KPK tak lolos TWK yang dalam waktu dekat akan diberhentikan dengan hormat, salah satunya Novel Baswedan.


Presiden Jokowi menyebut, jangan semua urusan dibawa atau ditarik-tarik kepadanya, termasuk masalah pegawai KPK yang tak lolos TWK ini.

“Jangan semua-semuanya itu diserahkan kepada presiden,” ucap Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan, Rabu (15/9/2021).

Menurut Presiden Jokowi, polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) di KPK sudah ada penanggung jawabnya.


Baca Juga:

Pegawai Tak Lolos TWK Dikirim ke BUMN, Ketua KPK: Kita Gak Menawarkan Tapi Menampung Keinginan Kalau Ada

Apalagi, proses juga berlangsung di Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau itu kewenangan pejabat pembina, harusnya kan itu menjadi tanggung jawab mereka,” jelasnya.

“Dan saya kan nggak mungkin mengambil keputusan kalau proses hukum berjalan di MA dan di MK,” katanya.

“Jangan semuanya ditarik-tarik ke presiden,” kata Jokowi lagi menanggapi kisruh pegawai KPK tak lolos TWK ini.

“Yang menurut saya tata cara bernegara yang baik seperti itu, ada penanggung jawabnya dan proses berjalan sesuai dengan aturan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Sigit Riyanto menyebut pegawai KPK yang tidak lolos TWK masih mempunyai dua kesempatan untuk memperjuangkan nasib mereka.

Meskipun, uji materi maladministrasi dan pelanggaran HAM yang ditemukan Ombudsman RI dan Komnas HAM ditolak MK.

“Saat ini tersisa dua argumen untuk membela nasib pegawai non aktif KPK,” ujar Guru Besar di Universitas Gadjah Mada ini dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Rabu (15/9/2021).

Pertama, lanjut Sigit Riyanto, dilakukan uji materi keterbukaan informasi publik KPK.

Kedua, sikap keberpihakan Presiden Jokowi untuk memperjuangkan nasib sejumlah pegawai KPK yang tidak lolos TWK itu.

“Mana yang akan berhasil? Kita tunggu tangan Tuhan bekerja,” kata Sigit Riyanto. (ral/int/pojoksatu)