Daftar Nama 10 TKW Irak Disiksa Majikan, Terbanyak Dari Jawa Barat

TKW Indonesia di Irak, Sularsih (kiri) dan Ratna (kanan).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sedikitnya 10 tenaga kerja wanita atau TKW Irak disiksa majikan dan meminta pulang ke Indonesia.


TKW Irak ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar berasal dari Jawa Barat.

Mereka meminta tolong kepada pemerintah Indonesia dan Badan Advokasi Indonesia (BAI) untuk membantu memulangkan ke Tanah Air.

BACA: TKW di Irak Asal Karawang Disiksa Majikan, Ngadu ke Bupati dan Wabup tapi Tidak Direspon


Para TKW Irak ini diberangkatkan dari Indonesia secara illegal. Mereka diduga menjadi korban perdangan orang dengan modus penempatan tenaga kerja.

Para TKW Irak ini mengaku kerap disiksa majikan hingga jatuh sakit. Bahkan, ada TKW yang ditusuk garpu dan digunduli.

Berikut daftar 10 TKW Irak yang meminta dipulangkan ke Indonesia.

1. May Purbaningrum

May Purbaningrum adalah TKW Irak asal Serang, Banten. Saat ini, May Purbaningrum bekerja di Erbil Irak.

“Saya meminta bantuan kepada pihak BAI untuk memulangkan ke negara asal saya, yaitu Indonesia karena saya merasa takut,” ucap May.

“Di sini sudah mulai ada peperangan dan saya sedikit agak sakit karena jatuh dari tangga,” sambungnya.

May mengaku bekerja di Irak karena dibujuk oleh seseorang bernama Dewi. Ia ditawari bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Saya menerima tawaran si Dewi karena saya butuh pekerjaan,” ucapnya.

Setibanya di Erbil Irak, May justru dijual oleh agency penyalur tenaga kerja.

“Di situ saya berpikir kok saya dijual lagi? Padahal sudah ready majikan. Kenapa saya harus dijual lagi? Dari situ saya merasa kecewa banget,” ucapnya.

2. Yanti Nuryanti

Yanti Nuryanti adalah TKW Irak asal Kabupaten Karawang, Jawa Baray. Yanti Nuryanti meminta tolong agar secepatnya dipulangkan ke Indonesia.

Warga Dusun Sukaresmi, Desa Anggadita, Kecamatan Klari itu mengaku sudah tidak kuat menahan siksaan dari majikannya.

“Pak, tolong saya. Saya minta dipulangin,” ujar Yanti memelas.

Ia mengaku terus menerus dituduh dan difitnah oleh majikannya. Di antaranya terkait makanan.

3. Ratna

Ratna adalah seorang janda yang kini bekerja sebagai TKW di Irak. Ia meminta tolong kepada BAI Jakarta Timur untuk memproses kepulangannya ke Indonesia.

Saat ini, Ratna bekerja di Erbil sebagai asisten rumah tangga.

Ratna mengaku sedang tidak sehat akibat terjatuh dari kamar mandi.

“Sudah lima bulan habis jatuh dari kamar mandi, tidak dibawa berobat ke dokter atau ke praktek oleh majikan,” ucap dalam video yang diterima Pojoksatu.id.

Ia merasa ketakutan tinggal di Erbil lantaran sering mendengar suara tembakan.

“Saya tidak mau mati konyol di sini, saya minta dipulangkan,” bebernya.

“Saya punya anak, saya seorang janda. Suami sudah meninggal,” tambah Ratna, berderai air mata.

4. Sahlia binti Sahriya

Sahlia adalah TKW Bekasi Jawa Barat yang kini bekerja di Erbil Irak. Ia mengaku ingin pulang ke Indonesia karena ketakutan sering mendengar suara tembakan.

“Saya ingin pulang, tolong bantu saya pulang,” pinta Sahlia dalam video yang diterima Pojoksatu.id, Rabu (15/9).

5. Jamilah binti Mansyur

Jamilah adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka.

“Saya bekerja di Irak. Saya di sini ketakutan karena terdengar suara bom dan tembakan beberapa kali,” aku Jamilah.

Ia meminta bantuan pemerintah untuk membantu memulangkan dirinya ke Tanah Air.

“Tolong bantu saya, saya ingin pulang ke Indonesia,” pinta Jamilah.

6. Muniri binti Rasyidul Karim

Muniri adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon. Ia mengaku diberangkatkan secara illegal oleh sponsor ke Erbil, Irak.

Muniri bersedia diajak bekerja di Irak karena tergiur dengan iming-iming penyalur tenaga kerja yang menjanjikan gaji besar.

“Saya dulu dijanjikan kalau kerja di Erbil itu enak, gajinya besar, banyak bonusnya,” ucap Muniri.

Selain gaji dan bonus, Muniri juga itu dijanjikan pekerjaan yang ringan dan selalu ada waktu libur.

“Ternyata pas sampai ke sini saya sengsara. Gak ada libur. Boro-boro libur, istirahat aja gak ada,” akunya.

Ia mengaku sudah tidak tahan tinggal di Erbil Irak karena sering disiksa majikan.

“Tolong ya Pak. Saya ingin pulang ke Indonesia,” pinta Muniri.

7. Yuni Asih binti Suryadi

Keluhan serupa disampaikan TKW Cirebon, Yuni Asih binti Suryadi.

Yuni mengaku sering disiksa majikan. Ia tak sanggup lagi tinggal di Irak dan berharap bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Saya dicubit, saya digundulin, dan saya ditusuk garpu,” ucap Yuni.

“Saya minta tolong, saya pengen pulang. Saya pengen pulang, pak. Saya minta tolong bantuan bapak,” tandasnya.

8. Anggi

Anggi adalah TKW Irak asal Cirebon, Jawa Barat. Anggi ketakutan tinggal di Irak karena negara itu terus dilanda konflik saudara.

“Saya mau meminta tolong kepada Bapak Presiden Jokowi, gubernur, bupati agar bisa memulangkan aku dari negara Irak ini,” ungkapnya.

Anggi mengatakan, beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah pernah mengadu ke KBRI. Namun tidak ditanggapi.

“Kami pernah mengeluh, para PMI di sini pernah mengeluh pada KBRI, tapi pihak KBRI tidak pernah merespon kami,” bebernya.

“Jadi saya pribadi dan para PMI memohon bantuan kepada Pak Jokowi, gubernur hingga bupati agar bisa memulangkan kami, sekian,” tandas Anggi.

9. Nur Falah

Nur Falah adalah TKW Indonesia asal Lombok yang bekerja di Erbil, Irak. Ia mengaku ditipu oleh agency.

“Saya di sini ditipu oleh agency saya. Saya sebenarnya tidak mau bekerja di sini. Agen saya bilang saya akan bekerja di Turki, bukan di Irak,” ucapnya.

“Saya merasa ketakutan di sini. Saya selalu dibentak-bentak sama majikan saya,” tambahnya.

Nur Falah meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia dan DPC BAI Jakarta Timur untuk membantunya pulang ke Indonesia.

“Saya mohon kepada DPC BAI Jakarta Timur membantu saya. Saya sudah tidak tahan kerja di sini,” ujarnya.

10. Sularsih

Sularsih, TKWI Indonesia di Irak diduga menjadi korban sindikat perdagangan manusia dengan modus penyalur tenaga kerja.

Saat ini Sularsih sedang sakit-sakitan sehingga dia tidak bisa bekerja maksimal.

“Saya sakit, saya kena asam lambung, saya gak kuat kerja. Kalau begini terus, takunya kenapa-kenapa. Takutnya kalau saya banyak pikiran, saya lebih drop lagi,” ujarnya.

Sularsih tidak tahu jika Irak merupakan negara yang terlarang bagi TKW Indonesia.

“Saya gak tahu kalau di negara Irak itu kitanya ilegal. Saya terbujuk sama sponsor yang katanya bisa kerja aman,” jelasnya.

“Saya baru tahu kemarin kalau di Irak itu negara ilegal buat kita kerja,” tandas TKW Irak asal Indonesia ini. (one/pojokstu)