Ungkap Tersangka Kasus Kebakaran di Lapas Tangerang, Polisi Kembali Periksa Dua Saksi, Hasilnya

Kondisi ruangan sel tahanan di Blok C2 Lapas Klas I Tangerang yang terbakar. Foto Kemenkumham

POJOKSATU.id, JAKARTA- Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa dua orang lagi terkait kasus kebakaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang.


Hal ini dilakukan karena polisi masih mencari tersangka dalam kasus ini.

“Ada pemeriksaan tapi tidak banyak. Cuma dua orang,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Rabu 15 September 2021.

Meski membenarkan adanya pemeriksaan hari ini, tapi, Kombes Ade tidak merinci identitas keduanya.


Namun dirinya menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi. Dia menyebut evaluasi terkait alat bukti yang telah diperoleh sejauh ini.

“Kami mau evaluasi dulu (alat bukti). Alat bukti kan bukan hanya saksi, alat bukti kan banyak, keterangan saksi ada beberapa yang lain kan perlu dilidik (diselidiki), kemarin kami habisin dulu,” kata dia.

Diketahui, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang ke tahap penyidikan. Nah, ada tiga pasal yang diterapkan dalam kasus ini yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

Pasal 187 KUHP berbunyi barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Sedangkan, Pasal 188 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Kemudian, Pasal 359 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

(dhe/pojoksatu)