3 TKW Cirebon Sengsara di Irak, Berulang Kali Disiksa Majikan

3 TKW di Irak asal Cirebon, Jawa Barat, yang minta tolong dipulangkan ke Indonesia

POJOKSATU.id, CIREBON – Sebanyak tiga tenaga kerja wanita atau TKW Cirebon Jawa Barat mengaku disiksa majikan di Erbil, Irak.


Tiga TKW Cirebon itu yakni Muniri binti Rasyidul Karim, Yuni Asih binti Suryadi, dan Anggi.

BACA: TKW Indonesia di Irak Dijual, Takut Mati Konyol di Erbil

Para TKW Cirebon tersebut merupakan tenaga kerja yang dikirim secara illegal ke Irak.


Mereka diduga menjadi korban perdagangan orang dengan modus penempatan tenaga kerja.

Muniri mengaku diberangkatkan secara illegal oleh penyalur tenaga kerja ke Erbil, Irak.

Muniri bersedia diajak bekerja di Irak karena tergiur dengan iming-iming sponsor yang menjanjikan gaji besar.

“Saya dulu dijanjikan kalau kerja di Erbil itu enak, gajinya besar, banyak bonusnya,” jelas Muniri dalam video yang diterima Pojoksatu.id, Rabu (15/9).

Selain gaji dan bonus, Muniri juga itu dijanjikan pekerjaan yang ringan dan selalu ada waktu libur.

Setibanya di Erbil, janji dari sponsor ternyata jauh panggang dari api. Jangankan libur, istirahat saja dilarang.

Bukan gaji besar dan bonus yang didapat Muniri, melainkan siksaan yang bertubi-tubi dari majikan.

“Ternyata pas sampai ke sini saya sengsara. Gak ada libur. Boro-boro libur, istirahat aja gak ada,” akunya.

Menurutnya, sang majikan galak dan kerap memberikan pekerjaan yang berat.

“Setiap hari majikan marah-marah, galak,” beber Muniri.

Muniri meminta tolong kepada pemerintah Indonesia agar membantu memulangkan dirinya ke Indonesia.

Ia mengaku sudah tidak tahan tinggal di Erbil Irak karena sering disiksa majikan.

“Tolong ya Pak. Saya ingin pulang ke Indonesia,” tegasnya.

Yuni Asih Digunduli Dan Ditusuk Garpu

Keluhan serupa disampaikan TKW Cirebon, Yuni Asih binti Suryadi.

Yuni mengaku diberangkatkan ke Erbil dengan sponsor bernama Nurbaeti.

Yuni mengaku sering mendapatkan siksaan dari majikannya. Ia sudah tak tak sanggup tinggal di Irak dan berharap bisa dipulangkan ke Indonesia.

“Saya dicubit, saya digundulin, dan saya ditusuk garpu,” ucap Yuni.

“Saya minta tolong, saya pengen pulang. Saya pengen pulang, pak. Saya minta tolong bantuan bapak,” tandasnya.

Sementara Pekerja Migran Indonesia lainnya, Anggi mengaku ketakutan tinggal di Irak karena negara itu kembali berkonflik.

Anggi mengaku sudah setahun bekerja di Zahro, Irak. Ia meminta dipulangkan ke Indonesia.

“Saya mau meminta tolong kepada Bapak Presiden Jokowi, gubernur, bupati agar bisa memulangkan aku dari negara Irak ini,” ungkapnya.

Menurutnya, negara Irak sedang tidak aman, sering konflik, dan selalu terdengar suara bom dan tembakan.

Anggi mengatakan, beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah pernah mengadu ke KBRI. Namun tidak ditanggapi.

“Kami pernah mengeluh, para PMI di sini pernah mengeluh pada KBRI, tapi pihak KBRI tidak pernah merespon kami,” bebernya.

“Jadi saya pribadi dan para PMI memohon bantuan kepada Pak Jokowi, gubernur hingga bupati agar bisa memulangkan kami, sekian,” tandas TKW Cirebon Jawa Barat ini. (mar/one/pojoksatu)