Sudah Laporkan Peneliti ICW ke Polisi, Moeldoko Malah Ngaku Tak Anti Kritik,” Ini Sudah Persoalan Pribadi”

Dua Anggota Peneliti ICW Resmi Dilaporkan, Moeldoko

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkap laporan yang dilayangkan terhadap peniliti ICW bukan bentuk anti kritik terhadap dirinya. Dia ngaku tak anti kritik.


Hanya saja tudingan yang dialamatkan penilit ICW terhadap dirinya itu tidaklah mendasar serta tidak dibuktikan dengan alat bukti yang akurat.

“Saya tidak pernah anti kritik. Saya sudah tiga kali minta untuk dijelaskan, memberikan bukti-buktinya tapi selama ini i’tiqad baik saya tidak dilakukan,” kata Moeldoko di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2021).

Menurut Moeldoko, di institusi pemerintahan yang ia pimpin ada program KSP mendengar.


Di sana semua lapisan masyarakat bisa menyampaikan pendapat dab kritikannya.

“Kita membuka program KSP mendengar itu. Orang yang datang ke kantor saya suruh marah-marah gebrak meja biasa aja saya,” ujarnya.

Namun persoalan tudingan ICW itu, kata Moeldoko, tidak lagi masuk ranah kritikan melainkan pencemaran nama baik.

“Tapi ini lain persoalannya. Ini persoalan pribadi yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Egi Primayoga menyebut adanya dugaan PT Harsen Laboratories memiliki hubungan dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Saya ingin menyoroti nama Sofia Koswara, memang nama Sofia tidak tertera dalam akta (perusahaan PT Harsen Laboratories), tapi dalam berbagai sumber dia disebut sebagai Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, dan dia tampaknya punya peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak,” tutur Egi dalam diskusi virtual ICW, Kamis (22/7/2021).

Egi menceritakan bahwa berdasarkan penelusuran ICW, Sofia memiliki keterkaitan dengan PT Noorpay Perkasa sebagai direktur dan pemilik saham.

“Di sini kita bisa melihat keterkaitan PT Noorpay Perkasa dengan KSP Moeldoko. Salah satu pemilih saham PT Noorpay Perkasa adalah Joanina Rachman, dan dia diketahui merupakan anak Moeldoko,” ujar Egi.

“Dia menjadi pemegang saham mayoritas dan dia juga diketahui tenaga khusus atau tenaga ahli di Kantor Staf Presiden,” ucap dia.

Atas tudingan itu Moeldoko telah melayangkan tiga kali somasi kepada ICW.

Dalam somasi tersebut meminta ICW membuktikan pernyataan bahwa mantan Panglima TNI itu punya hubungan dengan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories.

Apabila tak bisa membuktikan, Moeldoko meminta ICW menarik pernyataan dan meminta maaf.

Pengacara Moeldoko, Otto Hasibuan sebelumnya meyakini bahwa pernyataan ICW telah memenuhi unsur penghinaan dan pencemaran nama baik dalam UU ITE. (fir/pojoksatu)