Kabar Terbaru Kasus Pelecehan MS, Ternyata Korban Didesak Komisaris KPI Agar Diselesaikan Secara Damai tapi..

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA– Lima pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang diduga menjadi pelaku pelecehan serta perundungan terhadap MS dikabarkan meminta perdamaian secara diam-diam.


Bahkan permintaan damai itu disebut-sebut atas desakan salah satu komisioner KPI yang menelepon MS agar kasus tersebut diselesaikan secara damai.

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean mengatakan pihaknya tetap menolak kasus pelecehan tersebut diselesaikan secara damai.

“Tidak ada diselesaikan secara damai. Itu bohong,” kata Rony saat dihubungi Pojoksati.id, Jumat (10/9/2021)


Menurut Rony, kasus tersebut tetap akan dilanjutkan hingga ke tahap persidangan.

Selain itu, pihaknya juga membantah perihal laporan terhadap para pelaku akan dicabut.

“(Tidak ada pencabutan) masih lanjut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang dialami oleh MS, itu terjadi sejak 6 tahun lalu tepatnya tanggal 22 Oktober 2015 silam.

Kala itu, MS tengah bekerja di ruangannya, pada saat bersamaan lima orang yang diduga pelaku berinisail RM, MP, RT, EO, serta CL memasuki ruangan korban.

Pada saat itulah, para pelaku melancarkan aksinya melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

“Korbam sedang bekerja di ruangan ada lima orang yaitu RM, MP, RT, EO, serta CL. Kelimanya masuk dan tiba-tiba memegang badan korban, melakukan hal yang tidak senonoh, dan mencoret-coret,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2021).

Pengakuan korban, kata Yusri, selama kejadian itu korban tak pernah membuat laporan atas kejadian yang dialaminya itu.

Bahkan MS mengaku tak pernah membuat rilis seperti yang beredar di media sosial perihal yang dialami dirinya itu.

“Pengakuannya dia tidak pernah membuat rilis, dan tidak pernah melapor ke polisi kejadian yang dialaminya itu, tapi ini akan kita klarifikasi,” ujarnya.

Korban, kata Yusri, baru melapor kejadian tersebut usai beritanya sudah viral.

“Dia baru melapor baru tadi malam,” ujar Yusri.

Saat ini penyidik tengah melakukan proses penyelidikan, rencananya terduga terlapor juga akan dilakukan pemeriksaan.

“Kita akan periksa 5 terlapor,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam rilis yang beredar di media sosial, dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan terjadi di kantor KPI Pusat, Jakarta, terhadap korban berinisial MS. MS mengaku kejadian itu membayangi dirinya selama bertahun-tahun sejak bekerja di KPI.

Menurutnya, sejak awal terdapat rekan kerja senior yang mengintimidasi dan memaksa dirinya untuk membeli makan selama bekerja. MS merasa diperlakukan secara rendah dan ditindas oleh rekan-rekan kerjanya seperti budak.

Ia bercerita, pada 2015 para pelaku perundungan itu mulai melakukan pelecehan seksual. Mereka memegangi kepala, tangan, kaki hingga menelanjangi korban. Bahkan, para pelaku mencoret-coret kelaminnya menggunakan spidol

Perbuatan itu membuat dirinya merasa trauma dan rendah diri. Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai itu.

Setahun berlalu, ia masih merasa stres akibat perlakuan para seniornya di kantor. Ia mengatakan sering berteriak tanpa sebab dan mengingat masa-masa pelecehan tersebut.

(fir/pojoksatu)