Gubernur Jabar Yakin Wisata Bangkit Awal 2022, Syaratnya Vaksinasi Tuntas 2021 dan Terapkan PeduliLindungi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau di Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (15/9/2021) dengan target 10.000 dosis habis terpakai. (Foto: Biro Adpim Jabar)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pariwisata di Jawa Barat diyakini bakal bangkit pada awal 2022 jika target vaksinasi 37 juta warga tercapai akhir Desember 2021.


Itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Webinar 83 Tahun Sinarmas bertajuk ‘Indonesia Sehat Ekonomi Bangkit’ secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (14/9/2021).

“Pandemi mudah-mudahan seperti ini terus sehingga kita betul-betul bisa move on dari pandemi ke endemi,” ujarnya.

Meski benar pandemi jadi endemi, pembatasan pengunjung di destinasi wisata tetap harus dilakukan karena situasi tidak akan 100 persen seperti semula.


“Kami pasti batasi (pengunjung). Apakah 25, 50 atau 75 persen. Artinya pergerakan ada, tapi dibatasi,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku tidak ada yang tahu kapan Indonesia benar-benar merdeka dari Covid-19.

Karena itu, Kang Emil mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan. Terutama selalu menggunakan masker.

“Tidak tahu kapan masker boleh dibuka. Sebelum hari proklamasi itu, mari kita beradaptasi,” imbaunya.

Kang Emil menyebut, Pemprov Jabar saat ini sudah mulai mengizinkan beberapa destinasi wisata untuk buka kembali.

Akan tetapi, kebijakan itu disesuaikan dengan level PPKM yang berlaku di daerah tersebut.

Pun demikian dengan pembatasan yang tentu saja masih akan tetap diberlakukan untuk menghindari kerumunan.

Selain itu, pihaknya juga mewajibkan penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat wisata dan fasilitas umum lainnya.

“Kami menggunakan benteng seleksi melalui aplikasi PeduliLindungi, siapa yang masuk ke sana (obyek wisata) harus buktikan,” tegasnya.

Kang Emil juga menyebut antusias masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19 saat ini terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Sebab, salah satu syarat bisa masuk ke destinasi wisata adalah sudah mengikuti vaksinasi.

“Karena syarat-syarat kegiatan publik dan akses ke ruang publik wajib menggunakan aaplikasi PeduliLindungi,” tandasnya.

(Yayu Lutfiah/PojokSatu.id/FJPP)