Fakta Baru Kebakaran Lapas Tangerang, Ada Napi Teroris jadi Korban, Sisanya Narkoba dan Pembunuhan

POJOKSATU.id, TANGERANGMenkumham Yasonna Laoly ungkap fakta baru kebakaran Lapas Klas I Tangerang yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 01.45 WIB.

Dalam peristiwa itu, total 41 orang tewas terpanggang yang seluruhnya adalah narapidana yang sedang menjalani masa hukuman.


“Meninggal 41 orang. Satu tindak pidana terorisme, satu tindak pidana pembunuhan dan lainnya narkoba,” ungkap Yasonna dalam konferensi pers di Lapas Tangerang, Rabu (8/9/2021).

Selain itu, juga terdapat dua warga negara asing, yakni asal Portugal dan Afrika Selatan.

Untuk itu, Kemenkumham akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak kedutaan untuk proses pemakaman dari napi WNA tersebut.


“Ada dua WNA ini kami bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan juga konsuler dan kedutaan dari pada keluarga bagaimana nanti dimakamkan, karena ini menyangkut negara lain,” jelasnya.

Yasonna mengakui, bangunan Lapas Klas I Tangerang tersebut memang sudah cukup tua.

“Kondisi Lapas Klas I Tangerang ini dibangun 1972. Jadi (usianya) sudah 42 tahun,” kata dia.

Namun sejak dibangun sampai sekarang, tidak pernah ada perbaikan atau pembaruan instalasi kelistrikan.

“Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya, tetapi instalasi listiriknya tetap,” bebernya.

Sampai saat ini, dugaan sementara kebakaran tersebut lantaran adanya hubungan pendek atau korsleting.

“Dugaan sementara seperti yang disampaikan Pak Kapolda adalah karena persoalan listrik arus pendek,” kata Yasonna.

Akan tetapi untuk memastikan hal itu masih dibutuhkan penyelidikan oleh Poslabfor Polri.

“Namum demikian, Puslabfor Polri, Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut. Itu dugaan arus pendek,” sambungnya.

Yasonna pun menekankan kepada seluruh jajarannya agar jangan sampai kejadian serupa terjadi di lapas-lapas lain di Indonesia.

Karena itu, ia memerintahkan anak buahnya agar melakukan pengecekan dan pemeliharaan instalasi kelistrikan di lapas-lapas secara rutin.

“Pada umumnya ini lapas lama seperti ini. Supaya instalansi listriknya untuk memeriksa supaya tidak terulang lagi hal-hal seperti ini,” ingat dia. (ruh/pojoksatu)