Program Pemulihan Ekonomi Jabar Bersinergi dengan Seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota

Kepala Dispusipda Jabar, Ahmad Hadadi (kanan) dalam program Talk Show Silih Tulungan bersama Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir (tengah( di studio SMTV Sumedang, Selasa (7/9/2021). Foto: Arief/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, SUMEDANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan pemulihan ekonomi di Jawa Barat dengan menggandeng seluruh pihak.

Untuk kalangan industri, khususnya media massa, Pemprov Jabar melakukan monitoring ke sejumlah daerah guna memastikan kelancaran program pemulihan ekonomi nasional.

Itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jabar, Ahmad Hadadi dalam program Talk Show Silih Tulungan bersama Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir di studio SMTV Sumedang, Selasa (7/9/2021).

“Kami terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi di daerah. Seperti program yang digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil, kami melakukan program ini sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jabar,” ungkapnya.


Selain itu, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan stakeholder terkait.

“Bagaimana strategi, langkah apa yang dilakukan, kami terus komunikasi dengan setiap kepala daerah apa dan yang sudah dilakukan. Bahkan perihal pemulihan ekonomi ini ada satgas Covid-19, tiap bulan melakukan evaluasi melihat perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Semaki hari, sinergitas dan kolaborasi dalam pemulihan ekonomi di Jabar, termasuk dengan program pusat di Satgas Covid-19 nasional, berjalan semakin baik.

“Setiap kebijkan pusat, daerah langsung merespon, menindak lanjuti, agar segera direalisasikan ke masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya juga mengapresiasi berbagai upaya mandiri yang dilakukan pemerintah daerah. Baik dalam penanganan Covid-19 maupun pemulihan ekonomi.

“Kami sangat apresiatif dan menghargai. Terobosan yang dilakukan Pemkab Sumedang saat ini misalnya, cukup luar biasa,” ujar dia.

Hadadi juga menyinggung aplikasi yang diciptakan Dispusipda Jabar berupa perpustakaan digital yang diberi nama Candil (Maca Dina Digital Library).

Dalam aplikasi yang bisa diundung melalui smarphone itu, masyarakat bisa mendapatkan literasi usaha secara gratis.

“Jadi, walapun ada penerapan PPKM atau PSBB, pengusaha dan masyarakat bisa tetap membuka aplikasi digital kami. Dan saat ini koleksi bukunya pun sudah diperbanyak, bekerjasama dengan 24 kabupaten dan kota di Jabar,” jelasnya.

saat ini, pihaknya juga tengah melakukan pengarsipan pandemi Covid-19 yang merupakan sejarah memori kolektif untuk generasi selanjutnya.

Nantinya, arsip pandemi Covid-19 di Jabar tersebut akan memuat cerita sukses kebijakan serta peristiwa selama pandemi.

“Termasuk rencana Pak Gubernur yang akan membuat galeri Covid-19 Jabar,” pungkasnya. (rif/pojoksatu)