Keras, DPR Desak Lembaga Penyiaran Bredel Saipul Jamil: KPI jangan Lemot

Penyambutan Saipul Jamil yang menuai kecaman publik. Foto Antara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Penyambutan Saipul Jamil bak pahlawan saat keluar dari penjara usai menjalani penjara delapan tahun atas dua kasus itu dikecam banyak pihak.


Semestinya, semua pihak bukan malah memberikan apresiasi bebasnya pelaku pencabulan anak di bawah umur itu.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).

“Tekanan masyarakat untuk boikot SJ (Saipul Jamil) lebih efektif dan lebih didengar oleh televisi Nasional, daripada himbauan KPI,” ujarnya.


“Maka saya ajak masyarakat untuk lakukan kontrol sosial dan tekanan publik kepada televisi Nasional yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya,” tegasnya.

Menurutnya, kemeriahan yang terjadi saat bebasnya Saipul hingga yang bersangkutan hadir dalam sebuah program tv harus jadi pelajaran.

Ia pun sangat prihatin atas euphoria pembebasan SJ yang merupakan pelaku pedophilia, bahkan disorot di media seperti ‘dielu-elukan’.

“Sementara itu, tidak ada satupun yang berusaha menengok kondisi pasca trauma sang korban,” sesalnya.

Ia mengaku secara khusus sudah mendesak KPI Pusat untuk meminta semua lembaga penyiaran nasional tidak menayangkan apalagi atau mengikat kontrak kerja Saipul Jamil yang merupakan pelaku pedofilia.