Fahri Hamzah Sindir Sedikit Saja, Politisi PKS Ini Malah Bicara Panjang Lebar Keberhasilan Oposisi

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) membalas sindiran mantan politisi PKS Fahri Hamzah soal partai oposisi.


Di mana, Wakil Ketua Umum Partai Gelora,Fahri meminta partai oposisi di luar koalisi pemerintah lebih keras lagi mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

HNW mengatakan, selaku partai oposisi, PKS berusaha menjaga dan menegakkan konstitusi dan demokrasi.

Antara lain, dengan menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden maupun usulan referendum yang tidak memiliki landasan hukum di Indonesia


“PKS juga terus menyuarakan aspirasi rakyat soal penolakan rencana perpindahan ibukota negara,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, partai oposisi turut berkontribusi untuk menyeimbangkan demokrasi di Indonesia.

Walaupun jumlah partai oposisi sedikit, lanjut HNW, tetapi berbagai capaian telah berhasil dilakukan. Bahkan, mendapat dukungan dari partai non oposisi juga.

Misalnya, PKS dan Demokrat yang di luar koalisi berhasil menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila. Bahkan, RUU, itu saat sekarang sudah tidak ada dalam Prolegnas.

“Kami juga tegas menolak amandemen UUD NRI 1945 untuk memperpanjang masa jabatan Presiden,” tuturnya.

Meski jumlahnya sedikit, sambung anak buah Ahmad Syaikhu itu, bukan berarti kerja partai oposisi tidak efektif mengawasi jalannya kebijakan pemerintah.

“Buktinya, banyak juga berhasil, sekalipun memang banyak juga diputuskan secara voting sehingga mayoritaslah yang memenangkan keputusannya,” pungkas HNW.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta partai oposisi tidak terlalu membanggakan diri karena berada di luar pemerintah.

Fahri mengatakan, partai oposisi itu harus punya nyali dan keberanian untuk mengkritik pemerintah

“Tidak usah membangga-banggakan diri sebagai partai oposisi kalau sekedar mau dibilang oposisi,” ujarnnya dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (6/9).

Harusnya, lanjut Fahri, anggota parpol yang duduk sebagai wakil rakyat berteriak lebih keras, bila perlu berantem karena tanpa ada resiko.

“Kalian punya nyali nggak? Berani nggak? Jangan jadi oposisi karena lamaran ditolak. Akhirnya wait and see nggak ada terobosan berarti. Itu namanya oposisi penakut,” tegasnya. (muf/pojoksatu)