Waduh! Aplikasi PeduliLindungi Bocor, Kapolda Metro Gerak Cepat Tangkap Oknun Kelurahan

Pencuri data aplikasi PeduliLindungi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bocornya aplikasi PeduliLindungi, apalikasi penyimpan data warga yang sudah divaksin, Polda Metro Jaya bergerak cepat meringkus dua pelaku berinisial FH (20) dan HH (30) dan dua pemesan.


Kedua pelaku ini diduga telah memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi untuk menjual sertifikat vaksin tanpa harus vaksin.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, dua pelaku ini memiliki akses masuk ke aplikasi PeduliLindungi lewat akses data NIK kependudukan.

Para pelaku mendapat akses data NIK kependudukan karena pelaku berinisial HH ini bekerja di salah satu kelurahan Muara Karang, Jakarta Utara.


“Dia menggunakan akses aplikasi pedulilindungi. Modusnya dia memiliki akses ke data nik pendudukan,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, di Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).

Menurut Fadil, kedua pelaku ini mengerti caraendapatkan sertifikat vaksin tanpa harus divaksin.

Para pelaku juga bisa mencetak vaksin tanpa divaksin yang bisa langsung terkoneksi ke apalikasi PeduliLindungi.

“Pelaku HH ini pegawai kelurahan di Muara Karang dia faham betul bahwa mendapatkan sertifikat vaksin tanpa divaksin dan bisa terkoneksi lamgsung ke pedulilindungi,” beber Fadil.

“Dia mengaku memiliki akses dan mengetahui username, jadi bisa masuk akses itu (PeduliLindungi), ini masih kita kembangkan,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku baru menjual 19 sertifikat vaksin dengan tarif 370 ribu.

“Pengakuannya dia baru menjual 93 sertifikat vaksin yang terhubung ke aplikasi pedulilindungi. Tarifnya 370 ribu. Tapi ini masih kita kembangkan lagi,” bebernya.

Seperti diketahui, aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait melakukan pelacakan guna menghentikan penyebaran Covid-19.

Berdasarkan Inmendagri Nomor 38 Tahun 2021, aplikasi PeduliLindungi disesuaikan dalam kebijakan wilayah PPKM Level 2-4.

Aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat perjalanan pada transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian sejak Sabtu (28/8) yang lalu. Maka dari itu, masyarakat wajib mengunduh dan menggunakan aplikasi ini ketika hendak melakukan perjalanan dengan moda-moda transportasi tersebut.

Aplikasi PeduliLindungi ini juga memiliki beberapa manfaat, yakni dapat membantu petugas memastikan proses validasi dokumen kesehatan di simpul transportasi secara digital, dan dapat menjadikan proses-proses tersebut lebih aman, cepat, mudah, dan sederhana.

Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga dapat meminimalkan kontak fisik dikarenakan para penumpang tak perlu membawa dokumen kertas hasil tes Covid-19 ataupun kartu vaksinasi. Hal ini juga lebih aman dari rentannya pemalsuan dokumen hasil tes swab baik PCR maupun antigen.

(fir/pojoksatu)