Kuasa Hukum: ICW Sudah Minta Maaf

Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW). Foto Tempo

“Namun, kami menyayangkan langkah itu,” sambungnya.

Alasannya, kata Erwin, hasil penelitian ICW semata-mata ditujukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Moeldoko menegaskan akan mengambil langkah hukum jika ICW tidak meminta maaf atas laporannya terkait dugaan peredaran obat Ivermectin.

Atas hal itu, Moeldoko juga sudah melayangkan tiga kali surat kepada ICW agar meminta maaf.


“Anda minta maaf, klarifikasi, cabut pertanyaan, selesai. Tapi kalau tidak dilaksanakan saya lapor polisi,”

“Ini sikap saya, kita harus ksatria menjadi orang, akan dihormati orang lain,” tegas Moeldoko, Selasa (31/8).

Namun, Mantan Panglima TNI ini menyebut, ICW tidak pernah punya itikad baik.

Dia menuding, cara yang dilakukan peneliti ICW Egi Primayoga merupakan pembunuhan karakter.

“Cara sembrono seperti ini kalau dibiarkan akan merusak. Ini adalah character assassination, pembunuh karakter seseorang yang kebenarannya belum jelas,”

“Apalagi dengan pendekatan-pendekatan cocoklogi, dicocok-cocokan. Ini apa-apaan begini?” pungkasnya. (ruh/jpc/pojoksatu)