Kuasa Hukum: ICW Sudah Minta Maaf

Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW). Foto Tempo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kuasa hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Erwin Natosman Oemar menyebut, isu ekspor beras dalam hasil penelitian ICW adalah mis informasi.

Ekspor beras ini tertuang dalam siaran pers ICW berjudul ‘Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis’.

Akan tetapi, Erwin menyebut Moeldoko terus menerus mendaur ulang isu ekspor beras.

Ia menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali menegaskan bahwa pernyataan itu tidak lebih dari sekedar mis informasi.

“Karena yang benar adalah mengirimkan kader HKTI atau petani ke Thailand untuk mengikuti program pelatihan,” kata Erwin dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).


Kata Erwin, ICW juga telah meminta maaf atas kekeliruan pernyataan tersebut.

Mis informasi soal ekspor beras ini, sambungnya, bukan hal utama.

Sebab poin krusial yang harus dijelaskan oleh Moeldoko adalah apa motivasinya bertemu atau berkomunikasi dengan Sofia Koswara lalu meminta pengurusan surat izin edar Ivermectin.

“Apa karena kedekatan Sofia Koswara dengan anaknya karena tergabung dalam perusahaan yang sama? Sebagaimana dalam penelitian ICW,” paparnya dikutip dari JawaPos.com.

Terkait langkah Moeldoko yang akan menempuh jalur hukum dengan melayangkan laporan polisi, Erwin menyebut itu adalah hak setiap warga negara.

Karena itu, pihaknya sama sekali tak mempermasalahkan jika kemudian Moeldoko benar-benar melaporkan ICW ke polisi,

“Jadi, silahkan saja jika Moeldoko ingin meneruskan persoalan ini ke penegak hukum,” tantangnya.