Dipotong Rp1,8 Juta tapi Gaji Lili Pintauli Rp80 Juta per Bulan, Kalau Pegawai Dipecat, Enak yah…

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar usai divonis bersalah melanggar kode etik dalam perkara Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial. Foto Rakyat Merdeka

Beda Nasib

Hukuman pemotongan gaji terhadap Lili bahkan dikomentari oleh mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah.


Dia menyebut, Lili masih akan menikmati gaji sebesar Rp 80 juta dari keseluruhan yang diterima sebagai Pimpinan KPK.

“Hanya dihukum potong gaji Rp1,8 juta perbulan, 40 persen dari gaji pokok dari total penerimaan lebih Rp80 juta setiap bulan,” ungkap Febri.

Pelanggaran etik berat terhadap Lili pun disinggung oleh peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana.


Menurutnya, perbuatan Lili Pintauli dapat disebut sebagai tindakan koruptif.

Seharusnya Dewas KPK tidak hanya mengurangi gaji pokok Lili, tetapi juga meminta segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisioner KPK.

Terlebih dalam Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Prilaku KPK Pasal 10 menyebutkan, hukuman sanksi berat seharusnya berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan dan diminta untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Dewan Pengawas maupun Pimpinan KPK.

“Putusan Dewan Pengawas ini terbilang ringan karena tidak sebanding dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Lili,” cetus Kurnia.