Dipotong Rp1,8 Juta tapi Gaji Lili Pintauli Rp80 Juta per Bulan, Kalau Pegawai Dipecat, Enak yah…

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar usai divonis bersalah melanggar kode etik dalam perkara Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial. Foto Rakyat Merdeka

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nasib Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju sangat jomplang.


Pasalnya, hukuman yang diterima keduanya sangat jauh berbeda. Jika Lili dijatuhi hukuman pengurangan gaji selama 12 bulan, AKP Stepanus Robin langsung dipecat.

Itu setelah Lili dijatuhi hukuman lantaran terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku.

Dewan Pengawas KPK menyatakan Lili terbukti melakukan komunikasi dengan pihak berperkara, yakni Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial.


“Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat membacakan putusan etik di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021).

Dalam Pengadilan Tipikor Medan pada 26 Juli lalu, Lili terungkap melakukan komunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Robin mengungkap, Lili menawarkan bantuan hukum kepada Syahrial terkait perkara dugaan suap juali beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Lili, ungkap Robin, menyarankan agar Syahrial menghubungi seorang pengacara bernama Fahri Aceh.

Dalam amar putusan Dewas KPK, meski terbukti melanggar kode etik, Lili dinilai tidak menyesali perbuatannya.

Padahal sebagai Pimpinan KPK, seharusnya Lili memberikan contoh teladan dalam pelaksanaan nilai integritas, sinergi, keadilan, profesionalisme dan kepemimpinan.

Lili melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewan Pengawas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.