Novel Baswedan Ngotot Diangkat ASN, Jokowi Nanggung Bahaya Besar, Prof Romli Sebut Ada Udang di Balik Batu

Novel Baswedan
Novel Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pakar Hukum Romli Atmasasmita meminta pihak-pihak berhenti menyeret-nyeret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam polemik TWK KPK.


Itu senada dengan yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebelumnya.

Menurutnya, tuntutan Novel Baswedan Cs yang mendesak agar langsung diangkat sebagai ASN jelas merupakan kekeliruan besar.

Prof Romli khawatir jika tuntutan Novel Baswedan Cs diluluskan, maka akan berdampak buruk pada pemerintahan.


Karena itu, ia menyarankan agar 51 dari 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat agar segera diberhentikan dan sisanya harus mengikuti latihan bela negara.

“KPK, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah menjalankan tugas sesuai ketentuan berlaku,” ujarnya, Minggu (29/8/2021).

Dampak buruk yang ia maksud adalah potensi pemakzulan Presiden Jokowi.

“Meluluskan 75 pegawai yang gagal TWK sama saja dengan menyeret ke jurang impeachment (pemakzulan),” tegasnya.

Alasannya, Presiden jelas melanggar sejumlah perundangan yang berlaku.

Di antaranya UU ASN, UU KPK dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Alih Pegawai KPK menjadi ASN.

“Dan telah bertindak mengintervensi proses uji materil Peraturan Komisioner KPK yang sedang berlangsung di MA,” bebernya.

Selain itu, Presiden akan dianggap melakukan intervensi proses uji materil Peraturan Komisioner KPK yang sedang berlangsung di MA.