PAN Gabung Koalisi Jokowi Itu Gegara Besan Zukifli Hasan, Ada Jejak Panjang

Penasihat Jokpro 2024, M Qodari. Foto JawaPos.com
M Qodari

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari ikut mengomentari bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf.

Menurutnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi bergabungnya partai politik ke dalam sebuah koalisi, baik oposisi maupun koalisi.

Yakni faktor kesamaan posisi politik atau oposisi pemerintah, kesamaan ideologi dan kedekatan konstituen.

Namun sejatinya ada satu satu variabel lagi yang cukup penting, tetapi jarang disadari dan jarang ditulis


“Yaitu kenyamanan individu atau kenyamanan pribadi antara pimpinan suatu partai politik, katakanlah dengan Presiden sebagai pemimpin koalisi,” kata Qodari, Kamis (26/8/2021).

Sebelum Pilpres 2019 digelar, ia melihat Ketum PAN Zulkifli Hasan sejatinya sudah nyaman dan dekat dengan Jokowi.

Tapi itu terhalang lantaran adanya sosok Amien Rais di PAN.

“Menurut kabar memang merasa dekat dengan Pak Jokowi, tetapi waktu itu ada Pak Amin di internal PAN dan sangat berpengaruh,” ujar Qodari.

Namun akhirnya, kata dia, Zulkifli memilih mengalah dan menghindari konflik dengan besannya sendiri itu.

Itu dilakukan demi menjaga kondusifitas internal partai karena sedang menghadapi pemilu dan dapat menurunkan semangat para calon legislatif untuk berjuang.

“Demi menghindari konflik di internal PAN, saat yang tidak tepat, karena mau memasuki pemilu dan menurunkan semangat caleg, maka kemudian Pak Zulkifli mengalah,” ulasnya.