Polisi Pastikan Muhammad Kece Tidak Gila Saat Bikin Konten Menghina Islam, Penyidik: Ini Murni Ide Dia Sendiri

Muhammad Kece Dilaporkan ke Polisi (ist1)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi mengatakan, pihaknya belum berencana akan memeriksa kejiwaan tersangka penista agama Muhammad Kece.

Pasalnya dari hasil pemeriksaan, Muhammad Kece masih terlihat normal. Bahkan keterangan yang diberikannya kepada penyidik seperti orang normal biasanya.

“Sementara ini penyidik masih melihat normal, jadi belum ada rencana pemeriksaan kejiwaan tersangka,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Rusdi menyebut, apa yang dilakukan Muhammad Kece itu murni karena idenya sendiri. Jadi tak ada kaitannya dengan organisasi tertentu.


“(Tak ada kaitan dengan organisasi) oh tidak ini murni dilakukan tersangka,” bebernya.

Penyidik saat ini, kata Rusdi, masih mendalami motif pelaku membuat video yang mengandung ujaran kebencian tersebut.

Namun, lanjutnya, dalam mendalami motif tersangka, penyidik mengedepankan profesionalitas dan transpransi.

“Motifnya masih didalami. Dan pasti akan kami ungkap, barang bukti yang kita amankan ada tiga kartu atm,” ujarnya.

“(Dalam pemeriksaan) Polri berupaya optimal menyelesaikan kasus ini secara profesional dan transparan,” tandas Rusdi.

Seperti diketahui, Youtuber Muhammad Kece melalui kanal youtubenya menyebut Muhammad bin Abdullah dikelilingi setan dan pendusta. Dia juga dinilai melontarkan pernyataan mengundung unsur penistaan agama.

Pernyataan Muhammad Kece juga direspons oleh Kementerian Agama yang menilai apa yang disampaikan adalah penistaan agama, dan dapat mengganggu kerukunan antar umat beragama.

Karena itu sejumlah tokoh agama dan ulama di Indonesia mendesak polisi untuk menangkap youtuber Muhammad Kace.

Tak butuh waktu lama, Muhammad Kece yang sempat membuat heboh dunia maya akhirnya ditangkap oleh penyidik Bareskrim Polri di Bali pada Selasa (24/8/2021) malam.

Muhammad Kece kini sudah ditahan di rutan Bareskrim Polri selama 20 hari kedepan, penahanan tersebut terhitung sejak 25 Agustus hingga 13 September 2021.

Atas ulahnya yang bersangkutan dikenakan pasal berlapis yakni Undang-Undang ITE Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45a ayat 2 dan
Pasal 156a Kitab Undang-Undang Pidana tentang Penodaan Agama dengan ncaman pidana 6 tahun penjara.

(fir/pojoksatu)