Borok Istri Muda Yosef Dibongkar Keluarga Korban Pembunuhan Ibu Dan Anak di Subang

Lilis Sulastri, kakak kandung Tuti Suhartini

POJOKSATU.id, SUBANG – Polisi masih bekerja keras untuk mengungkap kasus pembunuhan Tuti Suhartini (53) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) di Subang Jawa Barat. Polisi telah memeriksa 20 saksi. Salah satunya, istri muda Yosef Hidayah berinisial M.


M diperiksa sebagai saksi selama 10 jam, mulai pukul 11.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Kuasa hukum M, Robert Marpaung mengatakan bahwa kliennya mengaku punya hubungan baik dengan korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.


“Kalau masalah secara rumah tangga antara keduanya, tidak ada masalah karena pernikahan M dengan Yosep sudah lama, sudah bertahun-tahun. Selama itu enggak ada masalah, baik-baik saja,” ucapnya.

BACA: Analisa Kriminolog Soal Pelaku Pembunuhan Ibu Dan Anak di Subang

Robert mengatakan kliennya syok berat saat pertama mendengar kabar kematian Tuti dan Amalia di kediamannya.

“Ibu M masih shock hingga kemarin. Ya enggak menyangka nasib Ibu Tuti dan anaknya bisa sampai seperti ini,” jelasnya.

Tuti Sering Diteror Istri Muda Yosef

Pernyataan berbeda disampaikan Lilis Sulastri, kakak kandung korban Tuti Suhartini.

Lilis Sulastri membongkar borok istri muda Yosef Hidayah berinisial M.

Menurut Lilis, semasa hidupnya, Tuti memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan madunya, M.

Ia menyebut M kerap meneror Tuti dengan mengirim kata-kata tak pantas melalui pesan singkat.

“Sering banget diteror dulu tuh sama istri muda suaminya, sering dapat pesan WA yang enggak pantas,” kata Lilis, dilansir Kompas TV, Rabu (25/8).

Lilis heran dan bertanya-tanya, apa motif istri muda Yosef mereror Tuti dengan kata-kata tidak pantas.

“Enggak tahu permasalahannya apa, mungkin sirik,” katanya.

Lilis sendiri mengaku sudah kerap meminta agar adiknya mengganti nomor HP. Tapi walau sudah ganti HP, tetap saja istri mudanya kembali meneror.

“Gak tau permasalahannya apa mungkin sirik kayaknya, saya sebelumnya sudah sering minta adik saya ganti nomor HP supaya enggak ada yang neror lagi kaya gitu, tapi masih aja ada,” tandas Lilis. (one/pojoksatu)