Dilukis 504 Error, Ngabalin: Saya Menjilat Untuk Selamatkan Bangsa Dan Negara

Mural Ngabalin 504 Error.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah mural Presiden Jokowi viral, giliran mural Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin jadi perbincangan ramai.


Wajah mirip Ngabalin dilukis di dinding tembok yang berada di pinggir jalan. Dalam mural itu, wajah mirip Ngabalin tampak mengenakan surban. Matanya ditutupi dengan tulisan 504 eror.

504 Eror adalah kode yang sering ditemui di dunia online. Tulisan 504 error adalah tatus kode HTTP yang berarti server tidak menerima respon saat pengguna atau pembaca mengakses website melalui browser.

Ngabalin mengaku tidak mempermasalahkan mural 504 Error tersebut. Ngabalin tak marah meskipun dia dijuluki the king of penjilat atau raja penjilat.


“Saya pun tidak keberatan ya, ada sekarang juga mereka membuat meme, kemudian membuat lidah saya yang panjang, katanya king of raja penjilat,” kata Ngabalin kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

Ngabalian menyampaikan hal tersebut saat dimintai tanggapannya soal mural Ngabalin 504 Error yang beredar di media sosial.

Ngabalin menegaskan dia sama sekali tidak marah. Ia rela dituduh sebagai raja penjilat demi menyelamatkan bangsa dan negara.

“Tidak apa-apa, saya menjilat untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Saya menjilat untuk menyelamatkan generasiku,” tegas Ngabalin.

Taliban Jadi Pelajaran Penting

Ngabalin menyinggung gerakan Taliban yang menguasai Afghanistan. Ngabalin tidak ingin Indonesia bernasib seperti Afghanistan.

Menurut Ngabalin, Taliban membutuhkan 20 tahun untuk menguasai Afghanistan dengan cara kekerasan dengan cara radikal sebagai organisasi teroris dunia.

“Taliban menjatuhkan harkat dan martabat wibawa Islam yang begitu mulia. Saya khawatir 20 tahun yang akan datang itu bagaimana generasi milenial yang akan datang,” jelas Ngabalin.

Ngabalin menegaskan tak akan pernah takut melawan radikalisme di negeri ini.

Mantan Anggota DPR ini mengaku tak mempermasalahkan serangan-serangan seperti mural atau meme yang ditujukan kepadanya.

“Saya tidak akan berhenti dan saya tidak akan capek dan saya tidak akan takut kepada siapa pun untuk terus berteriak mendorong pemerintah,” tegasnya.

“Saya sekarang di pemerintah, mengingatkan umat Islam dan mengingatkan generasiku terhadap bahaya intoleran, bahaya gerakan-gerakan radikalisme di Tanah Air, bahaya menggunakan tafsir-tafsir dan Ayal Al-Qur’an untuk melakukan intimidasi terhadap seluruh umat manusia karena kita beda agama banyak di republik ini,” kata Ngabalin.

Melalui akun Twitternya, @AliNgabalinNew meminta masyarakat Indonesia menjadikan Taliban yang menguasai Afghanistan sebagai pelajaran.

“Waspada kelompok intoleran, kelompok radikal berkedok Islam Kaffah. Jadikan peristiwa BRUTALNYA TALIBAN sebagai pelajaran penting, jangan sekali-kali kita lengah,” tandas Ngabalin. (one/pojoksatu)