Tuti Dan Amelia Dipukul di Kamar, Diseret ke Toilet, Ditumpuk di Mobil Alphard

Mayat Tuti Herawati dan Amelia Mustika Ratu ditemukan di bagasi mobil Alphard. Dok Jawa Pos

POJOKSATU.id, SUBANG – Polisi masih mendalami kasus pembunuhan Tuti Herawati (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23) di Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Polres Subang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi.

Salah satu barang bukti yang dikumpulkan yakni balok kayu yang disembunyikan di tumpukan barang bekas.

Kayu itu diduga digunakan pelaku untuk memukul korban di kamar. Setelah dipukul, korban diseret ke kamar mandi untuk membersihkan darahnya.


Selanjutnya, korban diseret keluar melalui pintu belakang, kemudian dimasukkan ke dalam bagasi mobil Alphard D 1890 FY.

“Diperkirakan korban dipukul di kamar. Lalu dibawa ke kamar mandi untuk dibersihkan darahnya. Kemudian pelaku menyeret korban dari pintu belakang menuju garasi mobil,” kata Kapolres Subang, AKBP Sumarni.

Kedua jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Yosef Hidayah, suami Tuti Herawati yang juga ayah Amelia Mustika Ratu.

Yosef lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Polisi kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah TKP, memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Olah TKP

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan jejak kaki yang berbeda dengan kaki kedua korban.

Diduga kuat pelaku tidak sendiri saat menghabisi Tuti Herawati dan anaknya Amelia Mustika Ratu.

“Dari jejak tapak kaki yang berbeda dua. Jadi diduga pelaku lebih dari satu orang,” ungkap Sumarni, Kamis (19/8/2021).

Mantan penyidik KPK ini juga menyebut, pihaknya mendapat sejumlah petunjuk lain.

Bahkan, petunjuk dimaksud itu sudah mengarah kepada pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

“Sudah ada tanda-tanda menjurus ke pelaku,” ungkap mantan Kapolres Sukabumi Kota ini.

Hanya saja, Sumarni masih enggan membeberkan petunjuk apa saja yang didapat sehingga mengarah kepada pelaku.

“Kami masih belum bisa menyampaikannya ke publik,” tandas Sumarni.

Pelaku dan korban diduga saling kenal. Diduga, pelaku sakit hati kepada korban.

Selain itu, tidak ada barang-barang berharga milik korban yang raib. Hal ini menggugurkan dugaan pencurian atau perampokan.

“Dari hasil olah TKP tak ada barang korban yang hilang, kecuali HP anak perempuannya yang masih terus kita cari,” tandas Sumarni. (one/pojoksatu)