RS Persulit Permintaan Rekam Medis, Praktisi Hukum: Jangan Segan Untuk Mengajukan Gugatan

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Praktisi hukum dari LQ Indonesia Law Firm Ali Nugroho menilai penting adanya rekam medis dari seorang pasien. Rekam medis, menurutnya wajib dibuat oleh dokter.

“Kewajiban membuat rekam medis terhadap semua tindakan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien menjadi kewajiban dan tanggung jawab dokter, dokter gigi dan rumah sakit yang menangani pasien tersebut. Hal ini telah diatur dalam ketentuan Pasal 46 ayat (1) Undang-undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, yang menyatakan bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis bagi para pasiennya,” ujar Ali, Jumat (20/8/2021).

Apalagi, lanjut dia, rekam medis sering dibutuhkan dalam kasus klaim asuransi. Sebab hal itu menjadi syarat klaim polis asuransi.

“Kadang kala pihak rumah sakit mempersulit pemberian dan berimbas dengan tidak dibayarkannya klaim, hal ini tentunya merugikan konsumen dan pasien rumah sakit,” kata dia.


Rekam medis sendiri ialah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan oleh rumah sakit dan/atau dokter kepada pasien. Ini sesuai penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran. Karena itu, kata Ali hak pasien terhadap isi rekam medis kedokteran dilindungi hukum.

Lantas bagaimana jika sudah dilakukan permintaan isi rekam medis, namun pihak rumah sakit atau dokter tidak mau memberikannya?

Menurut Ali, pihak pasien dan atau keluarganya dapat melakukan upaya-upaya hukum yang antara lain adalah dengan mengajukan gugatan dan atau menuntut rumah sakit baik secara perdata maupun pidana, yang mengacu Pasal 32 huruf q UU No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Serta bisa mengeluhkan pelayanan RS yang tidak sesuai dengan standar, melalui media cetak dan elektronik, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu Pasal 32 huruf r UU No.44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kami mengimbau kepada para pasien dan atau keluarga pasien yang mengalami malpraktik atau kesulitan pelayanan medis agar menghubungi kantor hukum atau kami, untuk berkonsultasi. Karena pentingnya konsultasi untuk membantu kepelikan Anda dalam menyelesaikan permasalahan hukum kesehatan yang sedang dialami,” tandasnya.

(muf/pojoksatu)