Ada Bercak Darah di Baju Saksi Pembunuhan Ibu Dan Anak di Subang, 17 Orang Diperiksa

Kapolres Subang AKBP Sumarni

POJOKSATU.id, SUBANG – Polres Subang telah memeriksa 17 orang saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang,  Jawa Barat.

Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan, 17 orang itu terdiri atas anggota keluarga korban, orang-orang terdekat, tetangga, dan pengurus RT setempat.

”Jadi kita masih melakukan analisis lah, masih memperdalam, insya Allah sudah ada titik terangnya. Kami mohon waktu, untuk dapat mengungkap pelaku pembunuhan ini,” kata Sumarni, seperti dilansir Jawa Pos dari Antara, Jumat (20/8).

Menurut Sumarni, penyidik akan menganalisa keterangan para saksi, apakah ada keterkaitan satu sama lain.


Keterangan saksi, kata dia, akan dilakukan sinkronisasi dengan fakta di lapangan, hasil autopsi dan olah TKP.

Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Beberapa barang bukti yang diamankan yakni papan cucian yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban, pisau dapur, dan baju yang ada di lokasi.

Selain itu, baju salah satu saksi yang ada bercak darah juga disita polisi.

Pelaku Lebih Satu Orang

Pelaku pembunuhan Tuti Herawati dan anak gadisnya, Amelia Mustika Ratu alias Amel (23) di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, diduga lebih dari satu orang.

Dari hasil olah TKP ditemukan jejak kaki berbeda yang diduga jejak para pelaku.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menyebut saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

“Dari jejak alas kaki di sana ada dua tapak kaki yang berbeda, diduga pelaku lebih dari satu orang,” ucap Sumarni.

Menurut Sumarni, dari hasil olah TKP dan keterangan dari saksi-saksi diduga pelaku mengenal korban.

“Pelaku mengetahui situasi dari dalam rumah korban,” jelas Sumarni.

Keluarga Syok: Apa Salah Mereka?

Suasana duka menyelimuti keluarga besar Yosef Hidayah di Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Salah satu kerabat korban, Hilman mengaku masih syok. Ia tidak percaya dengan apa yang terjadi pada korban.

Dia mengaku, biasa menyebut almarhumah Tuti Herawati dengan panggilan Teh Enung.

Di mata Hilman, Tuti adalah orang yang sangat baik dan rajin ibadah.

Sama halnya dengan Amel, putri Herawati. Amel adalah gadis yang baik, pendiam dan tak pernah neko-neko.

“Saya masih juga syok, belum percaya sampai sekarang, apa salah mereka, sampai tega-teganya diginiin (dibunuh),” ungkapnya sambil menahan isak tangis sebelum pemakaman almarhumah di TPU Istuning Jalancagak, Kamis (19/8) pagi.

Suasana makin bertambah haru, ketika kedua almarhumah akan dimasukan ke liang lahat.

Suami almarhum, Yosef tidak setegar biasanya. Kali ini, dia terlihat terpukul. Ia mengucap tahlil terus menerus, sambi sesekali menyeka air matanya.

“Mohon doanya, anak dan istri saya orang baik, ahli surga pasti,” ucapnya sambil menahan tangis. (one/pojoksatu)