Oknum Advokat Pakai Ijazah Palsu, Rektor Unpam Langsung Lakukan Langkah Ini

ijazah palsu jokowi, hoax, jokowi
Ilustrasi ijazah palsu.

POJOKSATU.id, JAKARTA- Rektor Universitas Pamulang (Unpam) E Nurzaman diapresiasi. Hal ini terkait keputusan Rektor yang mengeluarkan oknum advokat berinisial NR, yang menggunakan ijazah diduga tak terdaftar atau diduga palsu, dari program pendidikan Magister Hukum Unpam.


“Terima kasih Rektor Dr. Nurzaman yang mendengar aspirasi kami dan mau melakukan hal yang benar yaitu memberhentikan NR dari program Magister Hukum Universitas Pamulang. Memang tidak seharusnya universitas menerima mahasiswa/i yang masuk dengan ijasah S1 yang tidak terdaftar,” ujar advokat LQ Indonesia Law Firm, Hamdani, Senin (16/8/2021).

Sebelumnya, LQ menyampaikan somasi kepada Rektor Unpam, agar mengambil tindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Menurut Hamdani, keputusan tersebut menunjukkan Unpam masih menjaga komitmen dan etika dalam penerimaan mahasiswa dan mahasiswi baru. Oknum mahasiswa yang diduga mengunakan ijazah palsu yang tidak terdaftar Dikti, dinilainya sudah selayaknya tak diterima universitas manapun, sesuai Permenristekdikti.


“Dengan dikeluarkannya NR dari Unpam maka perkara terhadap Unpam dinyatakan selesai, dan para klien kami atau korban NR tidak lagi berkeinginan menuntut Unpam,” kata dia.

Hamdani pun menegaskan, bahwa LQ Indonesia Law Firm tengah melawan oknum dan bukan institusi pendidikan Unpam. LQ, kata dia justru peduli akan kualitas perguruan tinggi itu, sehingga menginformasikan persoalan tersebut ke Unpam.

“Apalagi bermodalkan ijazah SH diduga aspal ini, NR gencar kembali diduga menipu para klien, dan yang terakhir diduga kembali merayu klien Fikasa yang awalnya sudah damai dan melakukan pencabutan LP di Fismondev Polda Metro Jaya, untuk kembali memeras Fikasa dengan iming-iming akan mendapatkan hasil lebih baik, yang padahal sudah ada kesepakatan dan perdamaian,” tuturnya.

“Lihat saja nanti ujung-ujungnya klien Fikasa NR akan zonk. Juga para klien Fikasa NR rentan untuk digugat PMH atau dipidanakan balik oleh Fikasa karena ada dugaan penipuan dan kebohongan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Media dan Humas LQ Indonesia Law Firm, Sugi mengungkapkan informasi yang beredar, NR mengundurkan diri dari Magister Hukum Universitas Pamulang melalui surat per tanggal 9 Agustus 2021. Sehingga atas dasar surat pengunduran diri tersebut, Unpam memberhentikan NR.

“Nampaknya NR sadar bahwa ijazahnya tidak terdaftar Dikti dan daripada menunggu dikeluarkan dengan tidak hormat, maka secara sukarela dia mengundurkan diri,” jelas Sugi.

“Banyak orang ketika bertanya pasal-pasal dan undang-undang ke NR dan dia nggak bisa jawab. Ternyata ijazahnya diduga tidak terdaftar. Mungkin KUHP NR beda yaitu Kasih Uang Habis Perkara,” selorohnya menambahkan.

(muf/pojoksatu)