Indonesia Alami Peningkatan Konsumsi Alkohol 10 Tahun Terakhir

Ribuan Botol Miras Disita di Beji dan Pancoranmas
Ilustrasi miras

POJOKSATU.id, BANDUNG – Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Deding Ishak menilai Indonesia dalam kondisi darurat minuman beralkohol.


Hal itu didasarkan pada hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menyebut dalam sepuluh tahun terakhir rata-rata konsumsi alkohol di Indonesia mengalami peningkatan.

Itu disampaikan Deding Ishak dalam diskusi daring Mudzakarah Huku dan Silaturahim Nasional bertajuk Indonesia Darurat Minuman Beralkohol: Urgensi RUU Larangan Minol, Kamis (12/8/2021).

Dari 35 provinsi yang disurvei, konsumsi alkohol hanya berkurang di 3 provinsi saja, yakni Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Selatan (Sumsel), dan Jambi.


“Sedangkan di 32 provinsi lainnya, jumlah konsumsi alkohol bertambah,” ujarnya.

Kondisi itu dibarengi dengan meningkatnya jumlah korban tewas akibat miras oplosan.

Menurut riset Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), kata Deding, sepanjang tahun 2008-2013 ada sekitar 230 korban tewas akibat mengonsumsi miras tak berizin.

“Kemudian di tahun 2014-2018, jumlah korbannya naik dua kali lipat hingga mencapai sekitar 540 orang,” sambungnya.