Vaksin Ibarat Helm, dr Adaninggar: Mari Kita Dukung Supaya Fakes Tidak Kolaps

Dokter ahli penyakit dalam, dr RA Adaninggar SpPD

POJOKSATU.id, JAKARTA – Orang yang sudah divaksinasi bukan berarti aman dari penularan virus Covid-19. Namun vaksin bisa melindungi orang dari gejala berat saat terkena Covid-19.

Demikian disampaikan dokter ahli penyakit dalam, dr RA Adaninggar SpPD melalui akun Instagram pribadinya, @drningz, Senin (9/8).

Dokter RA Adaninggar mengibaratkan vaksin seperti helm bagi pengendara sepeda motor.

Helm bagi pengendara motor dapat mencegah timbulnya kondisi berat saat terjadi kecelakaan.


“Vaksin tidak membuat anda kebal karena memang kerja vaksin adalah seperti helm yang melindungi anda dari kondisi berat bila kecelakaan,” kata dr Adaninggar.

Kendati demikian, lanjut Adaninggar, helm tidak akan mencegah kecelakaan jika pengguna sepeda motor tidak berhati-hati.

“Jadi meskipun Anda sudah divaksin pun tetap akan bisa kena Covid bila anda tidak melakukan protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Dokte cantik ini mengaku telah melihat langsung bukti-bukti yang menunjukkan orang yang sudah divaksin lebih aman dari gejala berat dibandingkan orang yang belum divaksinasi.

“Sejak program vaksinasi berjalan, bukti-bukti bahwa vaksin melindungi orang-orang dari gejala berat banyak sekali saya temui di praktik sehari-hari, terutama populasi rentan seperti lansia dan orang dengan komorbid. Tetap bisa terinfeksi Covid tapi sebagian besar bergejala ringan,” jelas dr Adaninggar.

Menurutnya, sebagian kecil tetap ada yang mengalami covid berat hingga meninggal dunia.

“Karena seperti ilustrasi helm tadi meskipun memakai helm tetap saja bisa kecelakaan bila kita tidak berhati-hati,” katanya.

Menurutnya, siapa pun bisa bisa mengalami kecelakaan jika kendaraannya bersamalah.

Begitu pun Covid-19, semua orang bisa tertular jika faktor lingkungan tidak dijaga dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Derajat luka yang terjadi juga tergantung seberapa berat derajat kerusakan/faktor lingkungan yang mendukung terjadinya kecelakaan tersebut,” imbuhnya.

Dokter Adaninggar menegaskan bahwa vaksinisasi tidak pernah percuma. Karena itu, dia meminta masyarakat tidak usah memilih-milih merk vaksin.

“Tidak usah pilih-pilih merk vaksin karena semua vaksin bisa mengurangi risiko anda bergejala berat dan meninggal,” jelasnya.

Supaya lebih efektif, lanjut dr Adaninggar, maka program vaksinasi harus didukung dengan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan dan pola hidup sehat untuk meminimalkan paparan virus.

“Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia,” tegas dr Adaninggar.

Dr Adaninggar mengajak semua pihak untuk mendukung program vaksinasi agar fasilitas kesehatan (faskes) tidak kolpas.

“Mari kita dukung program vaksinasi di negara kita supaya fasilitas kesehatan tidak kolaps dan dalam jangka panjang masih ada harapan untuk perlahan bangkit dari kondisi pandemi,” pungkas dr Adaninggar. (one/pojoksatu)