Tanda Tangan Surat Waris, Oknum Lurah Paninggilan Utara Minta Uang Rp250 Ribu ke Warga

Ilustrasi uang

POJOKSATU.id, TANGERANG — Viral video oknum Lurah Paninggilan Utara Ciledug, Tangerang diduga lakukan pungutan liar kepada warga yang mau minta tanda tangan surat keterangan waris.

Praktik pungli tersebut diketahui terjadi salah satu kantor kelurahan di Kecamatan Ciledug, Tangerang, Banten.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria merekam aksi pungli itu secara diam-diam. Awalnya, pria itu masuk menemui sang lurah di sebuah ruangan.

“Ini ponakan saya barusan laporan butuh tanda tangan untuk surat keterangan waris. Ya kemarin orang tuanya meninggal, ini kemarin katanya nggak bisa tanda tangan, Pak,” kata seorang pria dalam video itu, Sabtu (7/8/2021).


Pria tersebut pun mengajukan pertanyaan kepada lurah tersebut. Dirinya bertanya, apakah untuk membuat surat keterangan waris harus mengeluarkan biaya.

“Ada fee-nya ya, Pak?” tanya perekam video.

“Ada itu mah,” jawab oknum itu.

Pria itu pun lantas bertanya tujuan oknum ASN tersebut meminta biaya mengurus surat keterangan waris keponakannya.

“Maksudnya apa, Pak, fee-nya?,” tanya pria itu.

“Ya sedikit ajalah, ngasih duitlah,” kata Oknum ASN dalam video.

Pria itu mengatakan keponakannya sempat dimintai biaya Rp 250 ribu. Sontak, dirinya pun menanyakan lebih lanjut tujuan hal tersebut kepada oknum ASN.

“Tadi dia (keponakan) dengar Rp 250 ribu, itu buat apaan maksudnya? Setahu saya ini gratis, Pak, di semua kelurahan,” jelasnya.

“Bapak kan ibaratnya aparat, ini lagi kesusahan ini, Pak. Masih pada kecil-kecil, masih butuh biaya gitu loh. Kalau namanya gratis, jangan ada nominalnya, seikhlasnya saja,” kata perekam.

“Ya udah seikhlasnya,” sahut lurah tersebut.

Akhirnya pria tersebut hanya menyerahkan uang Rp 20 ribu kepada lurah tersebut.

Ketika dimintai konfirmasi, Camat Ciledug Syarifudin membenarkan adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum ASN.

Diketahui, praktik pungli tersebut terjadi di kantor Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Cileg, Tangerang.

Syarifudin belum mengetahui secara pasti kapan praktik pungli tersebut terjadi. Hingga saat ini pihaknya masih menelusuri kejadian tersebut.

“Belum tahu (kapan). Ini kan indikasi, sedang ditelusuri, nanti kalau memang sudah jelas, diinformasikan,” ucap Syarifudin. (ral/int/pojoksatu)