MUI Imbau Warga Tak Meniru Aksi Percobaan Bunuh Diri Seperti Ketua AKAR Bandung, Pemerintah Diminta Buka Mata

Gan Bonddilie, Ketua AKAR tusuk leher sendiri hingga terkapar. Foto via RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA-  Ketua Asosiasi Kafe di Bandung melakukan percobaan bunuh diri, Rabu siang kemarin. Dengan menusuk lehernya di depan kantor Pemkot Bandung.


Menanggapi hal tersebut, MUI Jabar mengimbau warga agar tak meniru aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) berinisial GB di pintu masuk Balai Kota Bandung pada Rabu (4/8).

Dalam situasi yang dinilai sedang terpuruk, alangkah lebih baik semakin mendekatkan diri pada Tuhan.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar menjelaskan bahwa agar tindakan bunuh diri saat pandemi dihindari.


“Jangan, jangan lah (ditiru). Pahit-pahitnya kita lebih baik bertahan dalam penderitaan tapi dalam suasana tawakal, sabar gitu, itu meninggal pun itu syahid. Daripada, udah mah kita menahan penderitaan terus bunuh diri, ya udah gak ada untungnya. Di dunia rugi dan di akhirat rugi,” kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar melalui sambungan telepon, Kamis (5/8).

Rafani pun mengaku prihatin dengan adanya aksi percobaan bunuh diri tersebut. Namun, di sisi lain, dia mengakui kini warga sedang dalam kesulitan ekonomi imbas kebijakan pembatasan yang diberlakukan pemerintah di tingkat pusat.

“Mereka kan sudah berapa bulan pasti rugi tidak ada yang beli sementara tanggungan kehidupan mereka kan pasti punya anak dan istri dan kewajiban yang lain, anak sekolah,” ucap dia.

“Ini dilematisnya kebijakan PPKM itu kan kebijakan pusat ya, nah Pemda itu baik provinsi maupun kabupaten dan kota kan gak bisa apa-apa karena itu instruksi harus dilaksanakan, itu dilema,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Rafani meminta pemerintah agar bersikap bijak dan cermat dalam menentukan kebijakan. Misalnya, dengan tidak memukul rata kebijakan yang dicanangkan. Wilayah yang tak masuk dalam zona merah harusnya diberi sejumlah relaksasi atau kelonggaran aturan.

“Ini bagi pemerintah, pemerintah ini juga jangan menutup mata. Ini kasus bukan kecil menurut saya. Ini kalau sampai terjadi bunuh diri kemarin itu, ini luar biasa,” ujar dia.

“Jadi pemerintah jangan tutup mata. Jadi kalau mengeluarkan kebijakan itu cobalah yang cermat dan yang bijak, dalam artian begini, kondisi ini kan gak sama,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, motif dilakukannya aksi percobaan bunuh diri tersebut sedang diselidiki polisi. Diduga, percobaan bunuh diri dilakukan lantaran aturan kebijakan PPKM yang dicanangkan pemerintah. Restoran dan kafe di Kota Bandung belum diperkenankan untuk melayani dine in.

(rif/pojoksatu)