Trio DAA Kok Tak Puji Sumbangan Muhammadiyah Rp1 Triliun?

Trio DAA : Denny Siregar, Abu Janda dan Ade Armando

Denny Siregar Sindir Donasi untuk Palestina

Pujian untuk keluarga Akidi Tio juga diungkapkan oleh Denny Siregar. Ia menyebut sumbangan itu fantastis, luar biasa.


Denny lantas menyindir penggalangan dana untuk Palestina yang sering dilakukan oleh Muslim Indonesia.

“Saya sendiri masih sedih ketika banyak orang yang mengaku dirinya pribumi, beragama muslim, masih sibuk mengumpulkan donasi bukan untuk saudaranya sendiri tapi malah buat orang luar negeri,” sindir Denny dalam video yang disiarkan kanal YouTube Cokro TV beberapa waktu lalu.

“Dan narasinya itu loh, masih agama, seolah-olah yang berhak dapat bantuan harus satu agama dan itu mereka banggakan pula,” bebernya.


“Kenapa kemanusiaan itu harus ada agamanya? Bukankah seharusnya kemanusiaan itu menembus sekat-sekat etinis, ras dan agama?
Karena kemanusiaan adalah hal yang tertinggi dari itu semua,” tandas Denny Siregar.

Sumbangan Muhammadiyah Rp1 Triliun

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan pihaknya terlibat aktif dalam penanganan pandemi baik dari bidang sosial, ekonomi, kesehatan, dan keagamaan.

Menurut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah telah menyumbang sekitar Rp1 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Sudah lebih dari Rp1 triliun dana yang didistribusikan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dari semua kalangan selama pandemi Covid-19 ini,” ujar Abdul Mu’ti pada forum daring Universitas Muhammadiyah Gresik, Senin (2/8) lalu.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima Muhammadiyah sejak pandemi Covid-19 ini telah melibatkan lebih dari 83 rumah sakit dari sekitar 116 Rumah Sakit Muhammadiyah yang cukup kuat.

Hal ini pun belum termasuk pelayanan melalui klinik-klinik Muhammadiyah dan juga melibatkan lebih dari 75.000 relawan baik dari tenaga kesehatan (nakes) maupun relawan kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan layanan-layanan sosial dan keagamaan.

“Muhammadiyah sejak pandemi dinyatakan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang lalu, Muhammadiyah bahu-membahu bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat agar bagaimana bisa mengatasi dan berkontribusi di dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 ini beserta permasalahan yang ada,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti berharap agar umat muslim tidak berhenti untuk terus memberikan khidmat dan amal bakti kepada umat, bangsa dan kemanusiaan. (one/pojoksatu)