Status Tersangka Heriyanti Diralat, Polisi Antar Pulang

Anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/8/2021) malam sekitar pukul 22.00 WIB, setelah 9 jam menjalani pemeriksaan. Foto: Sumeks.co
Anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/8/2021) malam sekitar pukul 22.00 WIB, setelah 9 jam menjalani pemeriksaan. Foto: Sumeks.co

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Status tersangka Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio diralat. Polda Sumatera Selatann (Sumsel) menyebut Heryanti bukan ditangkap. Dia hanya diundang ke Polda Sumsel.


Heriyanti dimintai keterangan sekitar 9 jam di Mapolda Sumsel terkait dana sumbangan Rp2 triliun, Senin (2/8/2021).

Heriyanti bersama keluarganya keluar dari Mapolda Sumsel sekitar pukul 21.00 WIB.

Heriyanti diantar polisi pulang ke rumahnya yang berada di Jl Tugumulyo, Nomor 1936, RT 27, Kelurahan D-I, Kecamatan IT I, Palembang.


Rumahnya juga bakal dijaga ketat oleh sejumlah personil dari Subdit 3 Jatanras.

Heriyanti keluar dari Gedung Widodo Budidarmo Ditreskrimum Polda Sumsel bersama suaminya Rudi dan anaknya Kelvin. Mereka dikawal personil Subdit 3 Jatanras menggunakan mobil Mitsubishi Xpander warna putih.

Tidak satu kalimat pun yang keluar dari Heriyanti saat dicecar pertanyaan oleh awak media yang telah menunggu lama sejak Senin siang.

Kasubdit 3 Jatanras Kompol CS Panjaitan juga enggan memberikan statemen terkait pemeriksaan Heriyanti.

“Nanti nunggu Pak Direktur saja ya,” katanya singkat.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penetapan status Heriyanti dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim khusus sejak Senin siang hingga malam.

“Besok aja ya, besok ada kepastian ya. Kita kan, gak mungkin menentukan sesuatu jika tidak pasti, nanti salah,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan, Senin malam.

Hisar menegaskan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap Heriyanti dan saksi lain untuk memperkuat konstruksi hukumnya.

Untuk status Heriyanti sendiri, Hisar mengaku masih terus melakukan pendalaman lagi.

“Kalau sudah ketemu nanti saya putuskan, kalau sekarang belum. Kita perkuatlah jangan jadi salah. Besok (hari ini) terus akan kita lakukan pemeriksaan secara maraton,” ungkapnya.

Heriyanti Bukan Tersangka

Polda Sumsel membantah statemen dalam berita yang telah beredar yang menyatakan Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio sebagai tersangka dalam kasus hibah Rp2 triliun.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM di dampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan, dalam rilisnya yang digelar Senin (2/8) sekitar pukul 16.15 WIB, menegaskan jika yang berhak memberikan statemen adalah Kapolda atau Kabid Humas.

“Yang berhak memberikan statemen hanya Kapolda Sumsel dan Kabid Humas saja. Yang (berita) sudah beredar saya tidak bertanggung jawab,” kata Supriadi.

Terkait Heriyanti, Supriadi menjelaskan jika sampai saat ini masih dalam pemeriksaan di Gedung Ditreskrimum Polda Sumsel.

Rencana penyerahan uang tersebut dilakukan pada Senin (2/8) melalui Bilyet Giro di Bank. Namun belum dicairkan, karena ada teknis yang harus diselesaikan.

Terkait, kedatangan Heriyanti dan Hardi datang ke Polda Sumsel, Supriadi menegaskan keduanya hanya diundang.

“Bukan ditangkap, tetapi diundang untuk memberikan klarifikasi terkait rencana dana penyerahan dana uang Rp2 triliun melalui Bilyet Giro melalui Bank Mandiri,” terang Supriadi.

Sempat Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro mengatakan Heriyanti telah ditetapkan sebagai tersangka.

Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyiarkan kabar tidak pasti mengenai pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

“Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup,” ujar Ratno, Senin (2/8).

Ratno mengatakan, saat ini penyidik tengah menggali motif yang mendasari Heriyanti melakukan hal tersebut.

Tim yang dibentuk Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri sudah melakukan penelusuran sejak hari saat Heriyanti dan dokter pribadi keluarga Hardi Darmawan secara simbolis memberikan bantuan tersebut.

“Saya mewakili Polda Sumsel mengatakan hal ini, unsur pidana sudah terpenuhi hingga akhirnya hari ini kita lakukan penindakan,” tandas Ratno. (dho/sumeks)