Polemik Sumbangan Akidi Tio, Natalius Pigai: Institusi Negara Dilecehkan, Marwah negara Jatuh

Natalius Pigai. Foto Repro Youtube Fadli Zon

Kapolda Tidak Kenal Heriyanti

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, menceritakan ihwal sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio.


Itu berawal dari komunikasi antara Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri dengan Prof Dr dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga Akidi Tio.

Dalam komunikasi pada 23 Juli itu, ada pembicaraan mengenai bantuan uang sebesar Rp2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 di Palembang, Sumatera Selatan.

Sumbangan tersebut, jelasnya, merupakan pemberian dari keluarga Akidi Tio.


Akan tetapi Supriadi menegaskan, sumbangan itu bukan atas nama Kapolda Sumsel, melainkan secara perorangan.

Supriadi juga menegaskan bahwa Irjen Eko Indra Heri sama sekali tidak mengenal Heriyanti.

Kapolda, sambungnya, hanya mengenal Akidi Tio dan putra sulungnya, Ahong, yang kini tinggal di Aceh.

Semua sumbangan itu juga sudah disampaikan kepada mereka yang berhak.

“Rencananya bantuan ini akan disalurkan melalui bilyet giro,” terangnya di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021) sore.

Akan tetapi, sampai pada waktunya, bilyet giro ini ternyata belum bisa dicairkan lantaran ada hal teknis yang harus diselesaikan lebih dulu.

“Dan hari ini Ibu Heriyanti kita undang ke Polda, bukan ditangkap,” tegas dia.

“Kita tidak tangkap dia, tapi diundang untuk klarifikasi atas penyerahan bilyet giro ini dan sampai saat ini masih pemeriksaan soal bantuan itu,” imbuhnya.

Supriadi menjelaskan, bilyet giro sumbangan Akidi Tio itu dilakukan melalui Bank Mandiri.

“Karena itu yang bersangkutan ke Bank Mandiri. Kita tadi tunggu sampai jam 2 siang, maka setelah itu kita undang yang bersangkutan ke Polda,” tandasnya. (int/ruh/pojoksatu)