2 Legislator PDIP Kritik Jokowi dan Luhut Panjaitan, PKS Ngaku Senang Kian Banyak Yang Kritis

Mardani Ali Sera

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai oposisi pemerintah, PKS, mengaku senang dengan kritik yang dilontarkan dua anggota DPR RI dari PDIP terhadap Presiden Jokowi dan Luhut Binsar Panjaitan.


Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dikritik Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Bagus. DPR punya fungsi kontrol. Dan apa yang disampaikan kawan-kawan PDIP ada dasarnya. Anggap saja masukan dari legislatif ke eksekutif,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Legislator PDIP yang mengkritik Jokowi dan Luhut adalah Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu.


Effendi anggota Komisi I DPR RI dan Masinton anggota Komisi VI, keduannya sama-sama dari daerah pemilihan atau dapil DKI Jakarta.

Senangnya PKS atas kritik kedua legislator PDIP itu karena dinilai menyehatkan demokrasi Tanah Air. Oleh sebab itu, PKS bahagia adanya kritik dari kader PDIP.

“PKS senang kian banyak yang bersikap kritis pada pemerintah justru menyehatkan demokrasi kita. Menjaga pemerintah tidak bisa sendirian. Jadi, PKS bahagia dengan kritik kawan-kawan PDIP,” ujar Mardani.

Namun, PKS enggan komentar lebih jauh antara kritik Wakil Rakyat dari PDIP dan dukungan ke pemerintah.

Politisi PKS ini berprasangka baik bahwa kritik Wakil Rakyat dari PDIP itu untuk mengawasi pemerintah.

“Saya husnuzan, sangka baik, dalam fungsi pengawasan.” imbuhnya.

Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto menghormati kritik dua anggota fraksinya terhadap Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Selama kritik tersebut tak melampaui batas, PDIP mengizinkan kadernya mengkritik pemerintah.

“Yang nggak boleh di PDI Perjuangan itu berkhianat, kalau pendapat masih boleh. Kalau pendapatnya melewati garis batas atau main bolanya offside, tentu kita tegur. Kan ini pendapat, pemikiran, masih wajar,” kata Utut.

Effendi Simbolon sebelumnya menyalahkan Presiden Jokowi yang dinilainya tidak mau menerapkan lockdown sejak awal pandemi COVID-19.

Sementara Masinton Pasaribu mengkritik Luhut Binsar Panjaitan yang kerap menyepelekan pandemi Corona dan terlalu reaksioner terhadap kritik. (ral/pojoksatu)