Sumbangan Akidi Tio Rp2 T Belum Cair, Mahfud MD Ungkit Harta Karun Tak Bisa Divalidasi

Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sumbangan Akidi Tio Rp2 triliun yang hingga kini belum cair.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu berharap agar tabungan Akidi Tio Rp2 triliun di bank Singapura itu bisa segera dicairkan.

Mahfud MD membagikan tautan berita yang berisi tulisan mantan Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaludin berjudul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tungu realisasinya dengan rasional,” kata Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Senin 92/8).


Mahfud menungkit kasus yang mirip dengan sumbangan Akidi Tio, tapi tak bisa divalidasi.

“Saya juga pernah menulis ada orng-orang yang minta difasilitasi untuk menggali harta karun dll yang akan disumbangkan ke negara. Tapi tak bisa divalidasi,” tandas Mahfud.

Mahfud mengenang ketika dia menjabat Menteri Pertahanan (Menjan). Saat itu, ada orang yang mengaku punya uang dollar yang nilai per lembarnya 1000 dollar.

“Waktu saya Menhan ada orang mengaku punya sekoper uang dollar Amerika yang nilai perlembarnya 1000 dollar. Ketika saya tanya ke BI diketawain karena USA hanya mencetak lembaran uang paling tinggi 100 dollar. Ada juga yang minta dibantu menggali harta karun tapi tak jelas. Semoga yang Akidi Tio ini nyata,” pungkas Mahfud.

BACA: Tabungan Akidi Tio Rp2 Triliun Sulit Dicairkan, Akhirnya Disumbangkan

Sementara itu, Hamid Awaluddin dalam tulisannya mengingatkan tentang tiga kejadian masa lalu.

Pria yang menjabat menteri di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengaku tidak kagum, apalagi tepuk tangan dengan adanya sumbangan Akidi Tio.

“Saya tidak bertepuk tangan. Saya tidak memberi rasa kagum, apalagi pujian. Saya malah kian sanksi mengenai akal waras kita semua,” kata Hamid Awaluddin, dilansir Kompas.

Berikut ini opini Hamid Awaludin soal sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio:

Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

Heboh dan meriah. Riuh dengan tepuk tangan para pejabat negeri.

Ahli waris Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, menyumbang Rp 2 triliun.

Banyak yang kagum dan memuja ketulusan itu, sebab di tengah lilitan utang negara dan derita akibat Covid-19, ada warga negara yang memberikan hartanya untuk kemaslahatan orang banyak.

Saya tidak bertepuk tangan. Saya tidak memberi rasa kagum, apalagi pujian. Saya malah kian sanksi mengenai akal waras kita semua.

Saya kian teguh bahwa para pejabat di negeri ini, sama sekali belum belajar dari berbagai kejadian masa lalu.

Sejumlah orang telah melecehkan akal sehat dan memarjinalkan tingkat penalaran para pejabat negeri ini.

Hingga uang Rp2 triliun tersebut benar-benar sudah di tangan, saya tetap menganggap bahwa di negeri ini masih banyak orang yang ingin mempopulerkan diri dengan cara melecehkan akal waras para pejabat.

Belum terlampau lama ke belakang, seorang yang mendeklarasikan diri sebagai pilantropis dunia, telah mendeklarasikan ke publik bahwa ia menyumbang lebih seribu rumah di Palu, Sulawesi Tengah, yang baru saja dilantakkan oleh bencana alam, likuifasi.

Orang yang sama juga telah memaklumatkan bahwa ia menyumbang beberapa ribu unit rumah yang telah diterjang oleh badai gempa bumi di Nusa Tenggara Barat.

Sang tokoh, sebelum kejadian di dua provinsi kita itu, juga membiarkan dirinya diliput pers bahwa ia membangun secara sukarela asrama prajurit pasukan elite kita.