Politisi Demokrat Rachland Nashidik : Kali Ini Saya Bela Pak Luhut Panjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan. Foto Jawa Pos
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi Demokrat Rachland Nashidik yang biasanya mengkritik Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Panjaitan, kali ini kedapatan membela Luhut Panjaitan. Apa sebabnya?


Kader Partai Demokrat ini menyatakan dukungan kepada pria berdarah Batak yang juga Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi itu.

Dukungan politisi Demokrat ini diberikan saat Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka membantah data yang disampaikan Luhut Panjaitan dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah pada Kamis (29/7).

“Kali ini saya bela Pak Luhut,” begitu tegas kader Demokrat Rachland Nashidik lewat akun Twitteri pribadinya, Sabtu (31/7).


Rachland tegas mendukung data yang disampaikan Luhut Panjaitan soal kematian yang terjadi di Solo.

Di mana data ini oleh Gibran dinilai kurang tepat menggambarkan situasi di Solo lantaran mereka yang meninggal ada yang bukan dari Solo.

Dia pun mengurai bahwa kondisi saat ini adalah pandemi. Mereka yang sakit tidak bisa memilih tempat untuk perawatan karena semua terdampak.

“Lalu kenapa bila korban berasal dari kota lain? Dia tak berhak dapat perawatan di Solo? Kematiannya tidak diakui dan tidak dicatat sebagai korban? Nyawa rakyat kok dipake bahan pokrol,” tuturnya.

Di satu sisi, Rachlan juga mengingatkan bahwa perubahan dari zona merah menjadi zona oranye tidak sebatas bisa dilakukan dengan memeriksa KTP orang yang meninggal.

“(Lalu) memisahkannya dari jenazah ber-KTP Solo, dan tidak menghitungnya sebagai korban Covid?” sambung Rachland.

Dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Luhut menyinggung perihal angka kematian Solo yang tinggi saat angkanya masih sebanyak 877 kasus.

“Sudah saya jelaskan. Yang jelas, jumlahnya itu tidak setinggi yang dipaparkan oleh Pak Luhut,” ujar Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Kamis (29/7) dan dikutip ulang pada Sabtu (31/7).

Gibran mengakui bahwa angka kematian Covid-19 di Solo tinggi, hanya saja mereka yang wafat bukan hanya berasal dari Solo.

“Angka kematiannya tinggi tapi pasiennya bukan dari Solo semua, itu lho. BOR (bed occupancy rate) tinggi tapi pasien bukan dari Solo semua. Sudah saya jelaskan data-datanya seperti apa,” paparnya.

Maka dari itu, putra sulung Presiden Joko Widodo ini menegaskan bahwa data yang disampaikan Luhut tidak benar sepenuhnya.

“Data yang disampaikan Pak Luhut salah. Kemarin sudah datang timnya Pak Luhut dan sudah diberi penjelasan,” tegas Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. (ral/rmol/pojoksatu)