Anies Punya Pengumuman Penting untuk Warga DKI, Ini Berdasarkan Riset Ilmiah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menggelar rapat evaluasi PPKM Darurat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menggelar rapat evaluasi PPKM Darurat

Berdasarkan Riset Ilmiah

Anies menjelaskan, vaksin juga mengurangi risiko gejala berat jika setiap orang terpapar.


Maka dari itu, jika dilihat dari yang sudah divaksin, case fatality rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari sepertiga dibandingkan mereka yang belum vaksin.

“Artinya, mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin,” papar dia.

Anies menjelaskan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan riset ilmiah di bidang medis dan didukung dengan fakta lapangan.


Di Jakarta, vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan risiko kematian akibat Covid-19.

Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3 persen yang tetap terinfeksi.

“Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3 persen itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan,” beber Anies.

“Sementara, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk,” tandasnya. (ruh/pojoksatu)