Indonesia Risiko Memasuki Jebakan Pandemi Covid-19, Kemenkes Malah Tanggapi Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kemenkes menanggapi epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono soal risiko Indonesia memasuki jebakan pandemi (pandemic trap).


Epidemiolog Pandu Riono memperingatkan tentang risiko Indonesia memasuki jebakan pandemi (pandemic trap).

Kementerian Kesehatan mengaku menerima masukan dari Pandu Riono dan menegaskan langkah pemerintah yang tengah ditempuh saat ini.

“Kami mengapresiasi semua masukan para ahli yang mendukung upaya kita bersama untuk segera mengatasi pandemi,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (31/7).


Siti adalah juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan serta Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PML) Kemenkes.

Dia menegaskan, saat ini pemerintah tengah menggencarkan tes Covid-19 dan pelacakan (tracing), juga pemberian vaksin. Itu adalah langkah pemerintah untuk mengatasi pandemi.

Sekarang, bukan hanya Indonesia yang berusaha keluar dari pandemi Covid-19. Hampir semua negara masih berjuang mengatasi virus Corona.

Pada situasi seperti ini, peran masyarakat menjadi penting. Masyarakat perlu terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Kedisiplinan masyarakat terhadap prokes Covid-19 adalah kunci untuk keluar dari pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini bahkan negara maju dan besar seperti negara-negara Eropa, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia juga belum menemukan strategi yang pasti berhasil mengatasi pandemi ini,” katanya.

Sebelumnya, pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan Indonesia sedang menuju jalur jebakan pandemi (pandemic trap) yang semakin dalam.

Dia menilai saat ini RI belum memiliki penanganan pandemi secara terencana dan target yang jelas.

Pendapat itu disampaikan Pandu Riono melalui cuitan di akun Twitternya, @drpriono1. Dalam cuitan itu, dia menyebut (mention) akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak @jokowi Indonesia sedang menuju jalur Jebakan Pandemi (Pandemic Trap) yg semakin dalam dan semakin sulit bisa keluar dengan lebih cepat. Respon kendali tak bisa dg tambal-sulam spt sekarang. Pilihannya hanya satu, kendalikan pandemi dg 3M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi,” tulis Pandu di Twitter seperti dilihat, Jumat (30/7).

Pandu menjelaskan lebih lanjut alasan menyebut RI sedang menuju jebakan pandemi itu.

Dia menyebut saat ini RI belum berhasil mengendalikan pandemi.

“Karena kan sampai sekarang kan kita belum berhasil mengendalikan pandemi, nggak beres-beres. Nggak ada tanda-tanda bahwa kita akan berhasil pakai cara apa pun,” jelasnya.

“Artinya kita bisa lama sekali baru bisa menyelesaikan pandemi. Jadi Pak Jokowi sudah berakhir masa jabatannya mungkin juga belum selesai,” kata Pandu saat dihubungi wartawan. (ral/int/pojoksatu)