Polisi Ungkap Alasan Penyidik Terbang ke Bali Terkait Kasus Jerinx, Ternyata..

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

POJOKSATU.id, JAKARTA- Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap alasan  jemput bola memeriksa personel grup band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx di Bali.


Buntut Jerinx sakit, dia tidak bisa divaksin COVID-19.

Alhasil, dirinya tidak bisa terbang ke Ibu Kota. Sebab, salah satu persyaratan seseorang terbang adalah harus sudah divaksin.

Maka dari itulah, saat panggilan ditahap penyelidikan, Jerinx tidak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.


“Sementara persyaratan penerbangan harus memiliki sertifikat vaksin. Yang bersangkutan belum vaksin tetapi kita sudah lakukan pemeriksaan sebagai saksi di sana,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (30/7/2021)

Pemeriksaan terhadap Jerinx sendiri akhirnya dilakukan pada (28/7/2021)di Polres Badung.

Kini, penyidik telah kembali ke Jakarta dengan membawa hasil pemeriksaan.

Namun, Yusri mengaku belum bisa merinci hasil pemeriksaan Jerinx.

Dalam pemeriksaan itu, polisi juga menyita ponsel milik Jerinx.

“Penyidik sudah kembali, nanti kami sambil menunggu perkembangan selanjutnya hasil penyidikan dan beberapa saksi-saksi lagi yang harus kami lakukan pemanggilan pemeriksaan,” kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Deni melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan melakukan perbuatan pidana disertai ancaman kekerasan dan/atau pengancaman melalui media elektronik.

Hal itu sebagaimana diatur Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kasus tersebut bermula saat Adam Deni berkomentar dalam beberapa unggahan Jerinx.

Ia menanyakan data mengenai endorsement COVID-19 yang dituduhkan Jerinx ke beberapa artis Tanah Air.

Beberapa hari kemudian, Jerinx menghubungi Adam, Jerinx menuduh Adam sebagai orang yang menyebabkan akun Instagramnya hilang.

Pada saat berbincang melalui telepon, Adam merasa Jerinx telah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Adam juga mengaku merekam percakapannya dengan Jerinx tersebut.

(dhe/pojoksatu)