Pembunuhan Ketua MUI Labuhan Batu Utara, MUI Desak Rampungkan RUU Perlindungan Tokoh Agama

Ketua MUI Labura dibunuh
Kondisi tubuh Ketua MUI Labura saat ditemukan bersimbah darah. Foto : istimewa

POJOKSATU.id, BANDUNG – Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr. H. Deding Ishak meminta Pemerintah memberikan perlindungan terhadap tokoh agama.

Itu menyusul pembunuhan sadis terhadap Ketua MUI di Labuhan Batu Utara Ustadz Aminurasyid, Selasa (27/7) kemarin.


“Kami meminta Pemerintah dan DPR duduk bersama untuk merampungkan RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama,” ujar Deding, Kamis (29/7/2021).

Menurut pria yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ini, pembunuhan atau penganiayaan terhadap ulama semakin mengkhawatirkan.

Sebab, sudah semakin sering terjadi tetapi tidak ada penanganan yang serius dari aparat keamanan.


“Peristiwa penganiayaan, bahkan pembunuhan terhadap ulama dan ustadz ini bukan yang pertama, sebelumnya juga sudah terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tuturnya.

Karena itu, mantan anggota DPR RI ini meminta pemerintah dan DPR serius merampungkan RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama agar kekerasan serupa tidak terulang lagi.

“Harus ada landasan hukum yang kuat sehingga aparat keamanan bisa mendapat legitimasi untuk memberikan perlindungan hukum terhadap para ulama dan ustadz yang menjadi sasaran kekerasan,” katanya.