Geisz Chalifah Sindir BuzzeRp Katarak, Tak Bisa Lihat Prestasi Anies Bangun JPO Terintegrasi CSW

JPO terintegrasi MRT dan Transjakarta

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aktivis sosial sekaligus Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Geisz Chalifah kembali ribut dengan mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.


Kedua tokoh yang selalu beda pendapat ini meributkan pemandangan indah jembatan Layang Cakra Selaras Wahana (CSW) yang terintegrasi dengan moda transportasi MRT dan Transjakarta.

Awalnya, Geisz Chalifah membagikan video pemandangan indah JPO terintegrasi CSW pada malam hari.

Jembatan di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu dihiasi lampu warna warni.


“Gak usah kaget apalagi jantungan. Jakarta sekarang memang keren. Cuma kalau mata lu (BuzzerRp) katarak gue maklum, kalau perlu gue bantuin operasinya,” kata Geisz Chalifah melalui akun twitternya @GeiszChalifah, Kamis (29/7).

Ferdinand Hutahaean meretwit dan mengomentari cuitan Geisz Chalifah yang menyindir buzzeRp.

“Hei Gundul..!! Coba sebutkan apa saja yang jadi bagian kinerja @aniesbaswedan dari seluruh tampilan yang ada dalam video ini? Kalau bisa lu sebutkan gue akuin gue katarak,” kata Ferdinand.

“Tapi kalau cuma animasi warna warni video, berarti gundulmu yang katarak. Tidak tau malu ngaku-ngaku..!,” sambungnya.

Jembatan Terintegrasi MRT Dan Tranjakarta 

Diketahui, pembangunan jembatan penghubung Stasiun MRT Asean dengan Halte Transjakarta CSW Koridor 13, diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (22/1/2020).

Bentuk jembatan layang itu melingkar. Pembangunan jembatan layang atau skybridge ini dikerjakan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Moda Transjakarta dan MRT Jakarta yang terintegrasi dengan jembatan layang ini selesai pada Agustus.

JPO terintegrasi CSW

JPO terintegrasi ini dibangun karena selama ini moda transportasi membangun jembatan sendiri-sendiri secara terpisah.

Anies berharap jembatan integrasi antara Transjakarta dan MRT Jakarta ini bisa menjadi contoh pembangunan transportasi umum ke depan.

“Jangan lagi di mana pun di Indonesia kalau kita membangun, membangunnya sendiri-sendiri, harus membangun sebagai satu kesatuan. Tempat ini insya Allah nanti menjadi sejarah, artinya tidak lagi seperti ini, tetapi menjadi satu kesatuan,” kata Anies. (one/pojoksatu)