Meski Eks Penyidik KPK Ubah Keterangan di Sidang, Dugaan Keterlibatan Azis Syamsuddin Tetap Digarap KPK

Azis Syamsuddin kepergok keluar dari pintu belakang gedung KPK, Selasa (25/5/2021). Foto JPNN
Azis Syamsuddin kepergok keluar dari pintu belakang gedung KPK, Selasa (25/5/2021). Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA— Dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus suap penanganan perkara Walikota Tanjungbalai M Syahrial tahun 2020-2021, tidak berhenti digarap KPK.


Meski mantan penyidik KPK, Stepanus Robinson Pattuju merubah keterangannya saat di persidangan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menanggapi pernyataan mantan penyidik KPK, Stepanus Robinson Pattuju yang merubah keterangannya saat di persidangan dengan terdakwa Muhammad Syahrial selaku Walikota Tanjungbalai non-aktif pada Senin (26/7).

Ali mengatakan, setiap proses penyidikan oleh KPK bukan hanya didasarkan satu keterangan saksi saja, namun semua keterangan saksi yang akan saling berhubungan termasuk dengan alat bukti lainnya.


Sehingga kata Ali, dapat disimpulkan adanya fakta perbuatan tersangka maupun pihak-pihak lainnya.

“Sesuai hukum acara pidana, satu keterangan saksi bukan saksi jika tanpa ada keterangan saksi lain yang juga bersesuaian dengan alat bukti lainnya,” jelasnya.

“Kami pastikan akan menyingkap kebenaran dan menegakan hukum sebaik-baiknya,” ujar Ali kepada wartawan, Selasa (27/7).

Sehingga sambung Ali, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan memanggil dan memeriksa saksi-saksi lain untuk dikonfirmasi pada agenda persidangan berikutnya.

“Termasuk tentu fakta dugaan keterlibatan saksi AZ (Azis Syamsuddin) maupun pihak lain dalam perkara ini juga akan didalami melalui keterangan para saksi-saksi dan alat bukti yang KPK miliki,” tegas Ali.

Karena menurut Ali, terlalu cepat untuk menyimpulkan nilai kebenaran di balik perubahan keterangan saksi Robin yang juga tersangka dalam perkara ini bersama dengan tersangka Maskur Husain selaku pengacara.

“Masih ada waktu untuk mencari tahu dan membuktikan kronologi persekongkolan dugaan penyuapan terencana ini,” jelasnya.

“Setiap peran dari orang-orang yang diduga terlibat akan terus kami ungkap kebenarannya dihadapan hukum,” pungkas Ali. (ral/rmol/pojoksatu)