LBH Jakarta Kutuk Aparat Injak Kepala Warga Papua Penyandang Disabilitas

Kepala warga Papua diinjak aparat. (Tangkapan layar video Twitter LBH Jakarta)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta membagikan video aparat injak kepala warga Papua yang diduga penyandang disabilitas.


Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik, orang asli Papua (OAP) didatangi dua orang di sebuah warung.

Orang tersebut menyodorkan bingkisan kepada warga Papua. Namun bingkisan itu ditolak.

Warga Papua itu tampak kesal. Ia memukul tangan pria yang menyodorkan bingkisan.


“Kau dengar saya tidak,” ucap pria yang memberikan bingkisan plastik hitam.

Warga Papua yang belum diketahui identitas tampak emosi. Ia membuka baju bajunya.

Tiba-tiba datang dua orang aparat datang dan menyeret orang asli Papua itu ke trotoar.

Aparat menginjak kepala warga Papua tersebut hingga menjerit kesakitan.

“Aparat keamanan diduga memperlakukan salah seorang warga Papua dengan sangat keji dan biadab. Korban dihardik, dibentak, diseret lalu diinjak bagian kepalanya,” kata LBH Jakarta melalui akun twitter resminya, @LBH_Jakarta, Selasa (27/7).

“Ini menunjukkan bahwa rasisme terhadap orang Papua telah tertanam di pikiran aparat,” sambungnya.

LBH Jakarta mengatakan, kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya.

“Tindakan ini melanggar UUD 1945 dan konvenan hak sipil & politik serta, konvensi anti penyiksaan dan kovensi anti diskriminasi. Tidak boleh ada seorang pun yang disiksa dan diperlakukan keji seperti itu,” cetusnya.

LBH Jakarta mengutuk tindakan aparat yang menganiaya warga Papua tersebut.

“Perlakukan brutal aparat terhadap OAP (Orang Asli Papua) yang juga diduga penyandang disabilitas adalah tindakan rasis dan diskriminasi ganda. Kita mengutuk tindakan ini!,” tandasnya. (one/pojoksatu)