Ketua Forum Rektor Indonesia Tegaskan Kampus Harus Makin Diberdayakan Atasi COVID-19

POJOKJSATU.id – Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan terjadinya krisis multi-dimensional yang memunculkan berbagai persoalan dan tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, baik di aras lokal, nasional maupun global. Kehadiran COVID-19 turut memberikan dampak di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, politik dan keamanan.


“Kami mengapresiasi langkah-langkah konkrit perguruan tinggi dalam membantu mengatasi pandemi COVID-19 selama ini,” ujar Prof Arif Satria, Ketua Forum Rektor Indonesia.

Namun demikian, kata Rektor IPB University itu, kami terus mengajak  perguruan tinggi (PT) agar terus berperan melalui sinergi dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ia pun menerangkan beberapa langkah yang masih perlu didorong.

Pertama,    membantu peningkatan kemampuan testing dengan percepatan waktu untuk mendapatkan hasil dengan target 500.000 tes PCR per hari. Oleh karena itu, Prof Arif Satria mengatakan, pemetaan kapasitas peralatan dan sumberdaya manusia yang tersedia di PT harus segera dilakukan. Ia pun menerangkan, koordinasi untuk memanfaatkan potensi besar dari PT dalam membantu pemerintah dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan.


Kedua, memaksimalkan semua potensi dokter dan tenaga kesehatan di fakultas kedokteran, pendidikan tinggi di bidang kesehatan, dan rumah sakit universitas. Dengan demikian, diharapkan agar semua siap menjadi pendamping isolasi mandiri dari semua pasien yang sudah terkonfirmasi hasil PCR tesnya positif.

Ketiga, bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memanfaatkan fasilitas penginapan perguruan tinggi seperti asrama, rusunawa, tempat diklat agar siap menjadi tempat isolasi mandiri yang efisien dan efektif. Hal tersebut perlu dilakukan karena saat ini pemerintah dan berbagai rumah sakit ingin memperluas jaringan perawatan isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala sedang.

Keempat, meneruskan secara terstruktur dan berkesinambungan inovasi-inovasi yang sudah dilahirkan oleh berbagai perguruan tinggi. Inovasi yang dimaksud baik dalam menemukan dan mengembangkan produk-produk obat, reagen/kit, oxygen concentrator, peralatan dan sarana prasarana pendukung rumah sakit yang dihasilkan oleh bangsa sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi impor dan meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar dunia.

“Oleh karena itu diperlukan kerjasama dalam pendanaan riset, dukungan perijinan, dan akses produk-produk inovasi ke dalam e-catalog untuk memudahkan pembelian. Sekaranglah saatnya bagi pemerintah dan dunia usaha untuk bermitra secara serius dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan produk-produk Indonesia Incorporated tersebut,” ujar Prof Arif Satria.

Kelima, Prof Arif Satria mengajak para rektor untuk membantu percepatan vaksinisasi dengan menjadikan kampus sebagai salah satu sentra vaksin.

Keenam, Prof Arif mengatakan perguruan tinggi perlu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin dan penerapan protokol kesehatan.

“Aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa bisa diarahkan menjadi relawan yang membantu mengatasi pandemi Covid-19, ” imbuhnya.

Prof Arif yakin bahwa masih terbuka aktivitas yang dapat dilakukan perguruan tinggi sesuai dengan perkembangan yang ada.

“Semoga   dengan diberdayakannya perguruan tinggi, dapat membantu percepatan solusi atas pandemi Covid-19, ” harapnya.

(*/RA)