Begini Modus Sepasang Kekasih Jual Sertifikat Vaksin Palsu, Pas Dites Ternyata Malah Positif Covid-19

Sindikat penjueal sertifikat vaksin palsu

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya kembali meringkus tiga sindikat pembuatan sertifikat vaksin palsu. Modus tiga pelaku berinial SS, SKI, dan IF menjual sertifikat vaksinasi tersebut kepada warga yang tidak ingin jalani tes PCR dan tes swab saat hendak melakukan perjalan luar kota.


Namun dalam kasus ini, pihak kepolisian hanya menghadirkan dua pelaku kerena satu pelaku lainnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua pelaku berinisial SS dan SKI merupakan pasangan kekasih. Mereka menawarkan pembuatan sertifikat vaksin 1 dan 2 lewat media sosial.

“SS ini seorang wanita dan SKY laki-laki berpacaran. SKY inilah yang mengotaki dan menyuruh kepada SS yang menawarkan lewat facebook menyiapkan sertifikat vaksinasi 1 dan 2 kepada siapapun yang akan bepergian tanpa harus menjalani tes swab atau PCR,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/7/2021).


Menurut Yusri, SKY berperan memerintahkan SS untuk menawarkan sertifikat vaksinasi melalui media sosial. SKY juga merupakan otak dari kasus penipuan tersebut.

Kedua pelaku ini memasang tarif untuk sertifikat vaksinasi palsu itu senilai Rp400 ribu hingga Rp700 ribu.

“Ini open jasa pembuatan sertifikat vaksin. Setelah korban mentransfer uang kartu vaksinnya tidak keluar,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat UU ITE dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya sudah menargetkan pada tanggal 17 Agustus 2021 yang bertepatan dengan HUT RI seluruh warga Ibu Kota Jakarta sudah di vaksinasi.

Saat ini ada 111 gerai vaksinasi di wilayah Polda Metro Jaya. Vaksinasi tersebut masih berlangsung. Dan tiap harinya warga Jakarta ada 8.000 setiap hari divaksin.

Rencananya pada 17 Agustus program vaksinasi warga Jakarta sudah mencapai 100 persen. Sekarang ini baru 80 persen warga Jakarta divaksin.

(Fir/Pojoksatu)