Perjuangan Anak Negeri Layani Kebutuhan Oksigen Gratis di Graha Pena Bogor

Hazairin Sitepu (tengah) menyerahkan bantuan oksigen ke RSUD Kota Bogor

POJOKSATU.id, BOGOR – Gerakan Anak Negeri (GAN) diinisiasi oleh Radar Bogor. Tim yang tergabung dalam gerakan ini menyediakan oksigen gratis untuk rumah sakit dan keluarga pasien Covid-19.


Program tersebut mendapat apresiasi masyarakat. Setiap hari puluhan keluarga pasien Covid-19 berdatangan ke Graha Pena Bogor di Taman Yasmin untuk mendapatkan oksigen gratis.

Para anggota tim GAN pun tak kenal lelah. Mereka bekerja sejak Subuh hingga malam hari.

Mereka harus menjemput tabung oksigen ke tempat pengisian ulang, kemudian mendistribusikan ke rumah sakit dan keluarga pasien Covid-19.


Awalnya, CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu menginisiasi gerakan ini karena prihatin melihat sejumlah rumah sakit yang kekurangan stok oksigen.

GAN telah mendistribusikan tabung oksigen ke sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Kota Bogor, RS Ummi, dan RS Bhayangkara Brimob Klapa Dua Depok.

Selain rumah sakit, GAN juga membantu masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Tak hanya itu, GAN juga menyediakan oksigen di Graha Pena Bogor untuk masyarakat umum yang keluarganya terinfeksi Covid-19.

“Pasien-pasien Covid yang membutuhkan oksigen, datanglah ke kami, Gerakan Anak Negeri, tempatnya di Graha Pena Taman Yasmin Bogor,” ucap Hazairin.

Hazairin Sitepu, inisiator Gerakan Anak Negeri

GAN bertekad melayani kebutuhan oksigen keluarga pasien Covid-19 hingga sembuh.

“Kami terus siap melayani bapak ibu sampai sembuh, sampai kebutuhan bapak ibu terpenuhi,” ucapnya.

Permintaan oksigen dari keluarga pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri cukup tinggi.

“Hari-hari ini kami melayani rata-rata di atas 70 pasien per hari. Kami bisa meningkatkan sampai di atas 100 per hari,” beber Hazairin.

“Tidak usah ragu-ragu datang, ini gratis, tidak dipungut bayaran apapun,” tegas Hazairin.

Keluarga pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen cukup datang dengan membawa tabung kosong, surat keterangan positif Covid-19 dan KTP.

“Bapak ibu datang membawa tabung kosong, membawa surat keterangan positif Covid-19, dan KTP sebagai tanda bukti penduduk di mana bapak ibu berada,” jelas Haziairn.

“Kami selalu mendoakan semoga bapak ibu lekas sembuh. Salam sehat dari kami dari gerakan anak negeri,” sambungnya.

Hazairin mengingatkan agar keluarga pasien yang datang ke Graha Pena agar tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Gerakan Anak Negeri untuk kemanusiaan, ayo bersama-sama dengan saya, dengan teman-teman yang saat ini berada dalam tim saya, bergerak membantu menyelamatkan sahabat-sahabat kita, teman-teman kita yang sedang menderita Covid-19,” jelas Hazairin.

Tim Gerakan Anak Negeri beberapa kali mengalami hambatan karena sumber pengisian oksigen yang belum teratasi.

“Bahan baku di sumber pengisian belum teratasi karena banyaknya yang membutuhkan oksigen,” kata mantan Ketua Dewan Pengawas TVRI itu.

Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan langkah tim Gerakan Anak Negeri untuk terus mengupayakan pengisian tabung oksigen.

“Kita mendapat permintaan yang luar biasa. Karena ini, kami lebih melayani pasien-pasien kritis, yang jaraknya dekat,” tandas pria yang akrab disapa Bang HS ini. (one/pojoksatu)