Pengibar Bendera Putih di Kawasan Sunan Ampel Minta Maaf

Fahim Attamimi

POJOKSATU.id, SURABAYA – Fahim Attamimi, pengibar bendera putih di kawasan religi Sunan Ampel Surabaya meminta maaf.


Fahim Attamimi mengibarkan bendera putih dan mengunggahnya di media sosial sebagai bentuk protes terhadap penerapan PPKM Darurat.

Bendera putih merupakan simbol kekalahan pemerintah dalam melawan pandemi Covid-19.

Warga Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur ini merekam video pengibaran bendera putih di Jalan Sasak, kawasan religi Sunan Ampel Surabaya pada Rabu 21 Juli 2021.


Pedagang buku ini mengibarkan bendera putih karena mengalami penurunan omzet ketika PPKM Darurat diberlakukan.

“Saya Fahim, terkait viralnya video saya, saya ingin memberikan klarifikasi. Yang pertama saya meminta maaf kepada elemen masyarakat, jamaah, bila mana kegaduhan itu itu terjadi disebabkan karena pemberitaan yang terjadi yang viral dalam beberapa hari ini,” ucap Fahim dalam video permintaan maafnya.

“Insya Allah pada prinsipnya semoga ekonomi rakyat bisa bangkit lagi dan Covid-19 bisa tertangani,” sambungnya.

Fahim menyatakan siap membangun Indonesia yang lebih baik bersama elemen masyarakat.

“Terkait video itu, terima kasih dan saya siap bersama elemen masyarakat lainnya untuk membagun Indonesia yang lebih baik. NKRI harga mati,” tandas Fahim.

Sebelumnya dalam video yang berdurasi 2 menit 17 detik, Fahim mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Fahim mengaku sejak diberlakukan PPKM darurat omzetnya sebagai pedagang baju muslim di kawasan Sunan Ampel merosot dratis. (one/pojoksatu)