Suara Ayat Al Quran Dianggap Bikin Ribut, Rumah Tahfiz Ini Ditembok Tetangga Bernama Amiruddin

Lokasi rumah penghapal Al Quran yang ditembok orang (ist)

POJOKSATU.id, MAKASSAR— Amiruddin menutup dengan tembok pintu masuk rumah penghafal Al-Qur’an (Tahfiz) Nurul Jihad di Jalan Ance Deng Ngoyo, RT/RW5, Kelurahan Masale, Kota Makassar.


Amiruddin yang tinggal bertetangga dengan rumah tahfiz itu kesal mendengar anak-anak mengaji yang dinilainya membuat ribut.

Padahal agama Amiruddin ini Islam juga, bukan agama lain.

Rumah tahfiz Nurul Jihad beralamat di Jalan Ance Deng Ngoyo Lorong 5, RT/RW 5, Kelurahan Masale, Kota Makassar.


Pintu belakang rumah tahfiz ini ditembok pada Kamis (22/7).

Rumah Tahfidz ini lebih dulu berdiri daripada rumah milik Amiruddin, yaitu sekitar 1990-an.

Amiruddin juga tidak berada di rumah setiap hari karena bekerja di wilayah Pangkep, Sulsel.

Pemilik rumah bernama Amiruddin ini hanya datang setiap akhir pekan.

“Saya dengar Tahfidz dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan dan bajunya di situ dijemur. Itu yang dia tidak suka dianggap kotor,” kata Ketua RW 5 Kelurahan Masale, Kota Makassar, Abdul Aziz saat ditemui di lokasi penembokan, Jumat (23/7/2021).

Abdul Aziz sempat bertemu dengan anak-anak tahfiz dan mendapatkan laporan bahwa si pemilik rumah atas nama Amiruddin.

Tidak hanya pintu belakang rumah tahfiz yang ditembok, ada juga pintu rumah warga lainnya yang tertutup akibat penembokan itu.

“Jadi ada dua rumah yang tertutup setelah ditembok ini. Yang menutup ini atas nama Amiruddin yang punya rumah,” sebut Ketua RW.

Sebelum melakukan penembokan, Amiruddin sempat mengirim keluarganya untuk memberitahu rencananya soal penembokan itu.

Hal itu tentu langsung ditolak olehnya lantaran harus mendapatkan persetujuan pemilik rumah tahfiz dan rumah yang lainnya.

Apalagi, wilayah yang ditembok itu adalah jalan yang masuk dalam kategori fasilitas umum (fasum).

“Nah yang pemilik tahfiz Pak Faisal dan rumah warga yang satunya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakkukang,” jelasnya.

“Sudah ada suratnya di rumah untuk menyampaikan ini (penembok rumah) supaya datang,”katanya seperti dilansir detikcom.

Padahal, kata Abdul Aziz, Rumah Tahfidz ini lebih dulu berdiri daripada rumah milik Amiruddin, yaitu sekitar 1990-an.

Sementara itu, penembok rumah tahfiz ini tidak berada di rumah karena bekerja di wilayah Pangkep, Sulsel.

Pemilik rumah disebut hanya datang setiap akhir pekan. (ral/int/pojoksatu)