Politisi Demokrat Protes Biaya Tes PCR Rp800 Ribu, Tabungan Terkuras Habis

Tes PCR

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyoroti mahalnya biaya tes PCR (polyemerase chain reaction).


Jansen Sitindaon meminta pemerintah untuk menurunkan biaya tes PCR. Kalau perlu digratiskan dulu selama pandemi Covid-19.

“Pak @KemenkesRI harga PCR mandiri yang dilakukan swasta itu turunkan dulu harganya. 4 hari lalu saya test masih 800 ribuan. Buatlah 400 ribu,” kata Jansen melalui akun twitternya, @jansen_jsp, Jumat (23/7).

“Idealnya di situasi lagi parah gini malah gratiskan dulu. Berapa banyak mereka lakukan test ditagih ke negara,” sambung Jansen.


Mahalnya biaya tes PCR tidak sejalan dengan upaya penanggulangan Covid-19.

“Kondisinya ekonomi rakyat terdampak pandemi. Tabungan habis bahkan banyak sudah tak punya uang. Buat harga PCR ini lebih terjangkau. Sehingga testing, tracing, treatment jd optimal. Penanganan pandemi ini juga ikut terkendali. Kalau harga PCR semahal itu testing pasti terkendala,” kata Jansen.

Lonjakan kasus harian Covid-19 sebulan belakangan ini, membuat pengujian (testing) dan pelacakan (tracing) menjadi unsur penting dalam upaya pengendalian pandemi.

“Apalagi di situasi melonjaknya kasus covid dengan varian Delta yang mudah sekali menular, kunci agar dia tidak semakin nyebar kesana kemari ya dengan TESTING,” kata Jansen.

Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk merevisi Surat Edaran (SE) yang mengatur tentang biaya tes PCR.

“Jadi tolong Surat Edaran @KemenkesRI terdahulu direvisi turunkan harga PCR ini. Beban rakyat jadi sedikit ringan, pemerintah terbantu,” tandas Jansen.

Ketua KNPI Minta Jokowi Turun Tangan

Hal senada disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP KNPI), Haris Pertama.

Ia mengatakan harga tes PCR yang ditetapkan di rumah sakit dengan harga sekitar Rp 600 ribu hingga Rp1 juta masih terbilang mahal.
Menurut Haris, harga tersebut tergolong tinggi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Ini menyiksa rakyat, di mana saat rakyat mau sehat dan rajin cek kesehatan tapi di sisi lain mahalnya PCR bisa membuat masyarakat menjerit,” ujar Haris, Selasa (20/7).

Haris meminta Jokowi turun tangan mengendalikan harga tes PCR yang sangat mahal.

“Negara lain kan begitu (memberi subsidi). Malaysia, Singapura, Vietnam, dan India. Karena ini pandemi, jadi tanggung jawab negara. KNPI memohon kepada pak Jokowi untuk turunkan harga PCR dan kalau perlu menggratiskan,” tandas Haris. (one/pojoksatu)